credited from here Bukannya sok nasionalis kalau saya bersikeras berbahasa Indonesia pada anak-anak saya. Sejak lahir mereka tinggal di luar Indonesia. Tapi toh kalau berlibur, mudiknya kan ke Indonesia juga. Masak, mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan kerabat-kerabatnya. Jadi, sampai sekarang, saya selalu berbicara bahasa Indonesia pada mereka, walaupun seringkali mereka membalas dalam bahasa Inggris. Dan sebenarnya juga tak jarang saya berbahasa Inggris dengan mereka karena mereka tidak mengerti bahasa Indonesianya ( tutup muka pake kamus ). Mereka belajar berbahasa Inggris tentunya dari sekolah. Selain itu pergaulan mereka dengan anak-anak di sekolah dan tetangga di kompoun sewaktu di Jeddah juga dalam bahasa Inggris karena mereka tidak bisa berbahasa Arab. Tentunya ditambah dengan bantuan channel TV anak-anak yang mereka tonton. Hanya saja karena berbicara dalam dua bahasa inilah, sering terjadi salah paham. Gegar bahasa yang tidak bisa dihindarkan. Jadi disini...
Home for my wandering mind, where I can simply think out loud.