Skip to main content

Posts

Showing posts with the label wandering thought

Curhatan Penjual Online

  Waktu berlalu demikian cepat. Tak sangka udah berganti 2-3 bulan, blog yang tadinya mau rajin diisi, kembali terlantar. Kemane ajeee...(kayak ada yang nyari aja) Heehehe... Keasyikan bermain instagram yang ta harus menyusun kata. Kan kata lagu 'IF', a picture paints a thousand words. Excuses excuses... Nah karena sudah banyak gambar, berarti bisa bikin thousand words dong ya.... In syaa Allaah bisa kalau rajinnya timbul. Apalagi sekarang lapak lagi sepi. Katanya sih daya beli menurun dibarengi pula dengan makin perkasanya kurs asing. Nah, saya kan modalnya euro. Jadi pas orang tanya harga lalu dikomen, udah diskon mba? Kok mahal? Jawab saya hanya, " Yang diskon barangnya aja mba, kursnya ga ikutan." Belum lagi bea cukai sekarang semakin ketat. Lah bayar cukai mba? Ya bayar laah. Mau saya kasih lihat resinya? Banyak orang mengira online seller ga bayar cukai, jadi bisa murah. Dan beberapa kali saya kena over charge. Duuh, pusing ga sih. Yah bukan git...

Garuk Otak Soal Pengungsian Syria

Masih ketinggalan di dalam memoriku, percakapan dengan seorang teman saat mengisi waktu sepanjang perjalanan dalam sebuah taxi di Jeddah. Mendengar keinginanku untuk pergi keluar dari Saudi dan kembali ke Belanda atau negara Eropa lain, tiba-tiba dia berkata bahwa ada hadits yang melarang seorang muslim untuk menetap di negara kafir apalagi membeli rumah disana. Terus terang saja aku kaget. Hadits darimana itu. Dia hanya mengatakan pernah baca atau dengar. Lalu aku bertanya, lalu bagaimana dengan muslim yang memang asalnya dari negara yang disebut kafir itu sendiri. Lagipula siapa yang punya negara? Bukannya ini bumi Allaah, disinilah kita bisa berjalan sebagai kafillah. Lalu mengapa bisa muncul hadits yang melarang hal yang seperti itu. Walau ilmu agama saya tidak ada, apalagi soal hadits, tapi setahu saya, Islam itu penuh logika dan tidak mempertentangkan antara satu hal dengan yang lainnya. Semua ada penjelasannya  kecuali yang memang tidak ada penjelasan yang menjadi rahasia Il...

Antara Budaya dan Agama

"Kamu tahu ga, J lahirnya kapan", tanya ayah teman sekolah si Mas padaku. "Emm, Oktober bukan, dia baru aja ultah kan?" "Yaa, tapi waktu dia lahir...tau ga, itu pas saat 'Suikerfeest' (Pesta Gula - terjemah bebas). It was nice, banyak perempuan muslim datang ke rumah sakit, lalu mendatangi bayi-bayi yang baru lahir dan menyapa kita" " Wow, nice. Terus... kamu dapet gula, eh permen?" Si bapak diam sejenak " Mmm, namanya suikerfeest, tapi bukan berarti kita dapat permen atau gula" Ternyata kata suamiku, yang namanya suikerfeest itu merujuk kepadaaa... Idul Fitri. Orang Belanda karena kebanyakan tau tentang Islam dari mukimin asal Turki, maka mereka menyebut Idul Fitri sebagai Suikerfeest. Hal ini karena budaya Turki merayakan Idul Fitri salah satunya dengan berbagi makanan manis. Begitu pula aku ingat salah satu teman Turkiku di kelas membagikan permen saat Idul Fitri.

The Art of Being Born into a Javanese Clan

"Mba Vica maunya dipanggil apa? Mba, Tante, apa Bude?" Bocah kecil sebaya my lil princess itu bertanya dengan polosnya. "Yaah, maunya sih Tante. Tapi kalau manggil Tante, nanti kowe diseneni ibumu", jawabku sambil meringis. "Yo wis, aku celuk Tante yooo? "Asyiik... iyooo" Tapi toh tetap saja bocah 5 tahun itu harus memanggilku mbak, karena kalau dirunut, kami ini berada dalam satu garis generasi yang sama di klan keluarga besar mamiku. Waaah... lucu juga rasanya dipanggil mbak oleh sepupu yang umurnya bahkan sebulan lebih muda dari lil princess. Lucunya lagi, karena urutannya ia adalah sepupuku, maka anak-anakku 'harus' memanggilnya TANTE atau BU Lik. Ibunya si bocah sendiri lebih muda dariku. Seumur adikku yang kedua pula. Tapi saya harus memanggilnya Tante, karena runutannya, ia adalah adik sepupu Mami. Yah, karena lebih muda, saya panggilnya Mba saja. Panggilan berdasar urutan generasi ini memang masih kental dipegang oleh ...

Hibernation (hopely) over

Cari-cari posting bulan Februari 2014 disini? Jangan harap nemu... Malu deh ih. Untung belum ngaku-ngaku blogger. Nulis aja kok males. Draft beberapa postings dianggurin begitu saja. Tapi melihat cherry blossom berkembang dan krokus mulai menghias pinggiran jalan, rasanya sudah waktunya bangkit lagi menulis. Menghilangkan sensasinya beruang berhibernasi. Semoga paling tidak sebulan sekali bisalah menulis. Kenapa sih? Ga tau deh. Ide banyak, tapi rasanya kok bearish n sluggish banget beberapa pekan terakhir ini. Bukan cuma blog. Facebook yang biasanya suka rajin bikin status sekali sehari atau posting foto2 narsis makanan aja, juga kok lagi jarang ya. Rasanya sisi introvertku yang besar lagi berkuasa penuh. So, pompa lagi semangat buat nulis. Semoga bisa bermanfaat bagi orang lain dan juga bagi pengingat diri sendiri. Aamiin.

Happy 2nd Anniversary KEB!

Hip..hip hoera... Ada yang ultah looh. Yap, ternyata hari ini tanggal 18 Januari adalah hari ultahnya komunitas Kumpulan Emak Blogger, alias KEB yang kedua. Umur boleh baru 2 tahun, tapi kiprahnya di dunia blogging sudah amat membahana. Grup yang dipelopori sama emak cantik Mira Sahid ini memang keren. Apa yang membuat suatu organisasi keren? Tentunya aset utamanya yaitu para anggota. Makanya alhamdulillaah, sudah diberi kesempatan untuk bergabung di grup KEB ini. Gimana enggak, disini aku jadi banyak belajar macem-macem dari emak-emak yang inspiring banget. Ehem, jadi malu nih sebagai newbie karena belum banyak kontribusi padahal ngeblogging ternyata udah 7 tahun. Ngapain aja tanteee... Ya, dulu aku ngeblog karena desakan teman yang pengen tahu kehidupan sehari-hari di Belanda ngapain aja. Belum sempet bikin blog, dah keburu pindah ke Jeddah. Itupun buat blognya di Friendster (tau friendster gaa ;) dengan kunci grendelnya yang kenceng. Maksudnya tulisanku kebanyakan hanya un...

Mama Sejati

Untuk memeriahkan hajatan KEB, sebagai anggota yang masih anak bawang saya ingin mencoba untuk melukiskan cinta tanpa akhir Ibu. Tapi kenapa rasanya agak sulit bagi saya untuk menulis artikel tentang ibu ini ya. Terus terang memang susah bagi saya untuk mengungkapkan inner feeling kepada orang lain.  Untung dalam persyaratan ditulis seperti ini: "Bentuk postingan bebas, misalnya artikel, puisi, gambar, foto, video dll, tapi harus karya sendiri & belum pernah dipublikasikan." Artikel lagi stuck, kemampuan membuat puisi juga sudah pudar, gambar ga bisa buat, foto n video ga tau apa yang bisa dipajang. Mau buat apa loe jadinya?? Ya udah buat DLL aja deh.  Tapi kok nekat membuat fiksi? Padahal kagok banget kalau buat fiksi, suka maksa en bertele-tele gitu. Yah, dunno, tiba-tiba keluar aja ide itu. Moga-moga aja yang baca bisa nangkap esensi cerita yang ingin saya sampaikan tentang seorang "Mami". As for me, I don't wish to be a perfect mom nor a super...

Menyusuri Jalan Kenangan di Kota Solo

Gerbang Pasar Klewer "Mampir Solo ga Vic?" Pertanyaan yang hampir selalu berulang saat aku mudik ke Indonesia. Memiliki darah separuh Solo tentunya membuatku juga memiliki banyak saudara dari yang dekat sampai jauh di kota kecil yang kalem ini. Tak terhitung seberapa panjang rentang pita memori yang terekam di kepalaku tentang Solo. Sejak SD, hampir tiap libur panjang kenaikan kelas, aku menginjakkan kaki di Stasiun Kota Balapan yang menjadi gerbang awal petualangan liburanku di rumah eyang putriku yang terletak di daerah Sangkrah dekat pabrik sirop de Hoop. Jalanan panas dan berdebu kulalui di depan stasiun Kota saat pagi-pagi berjalan menuju pasar untuk membeli bubur terik kesukaanku. Wedhus mengembik dan berlarian bebas di depan pasar dan peron stasiun melepaskan aroma khasnya yang prengus. Biar saja, toh nantinya dia akan berakhir di panggangan sate pak Bejo yang terkenal dengan sate buntelnya dan berlokasi juga di daerah Sangkrah itu. Gerbang Kraton Hampi...

Mau Sehat, Kuncinya ya Disiplin

Badan sehat siapa pula yang menolak. Apalagi kalau sampingannya adalah langsing singset. Tiap perempuan (plus lelaki) pasti banyak yang kepengen badan langsing. Makanya banyak cara diet dijalankan. Ada yang mengatur pola makan dan yang dimakan dengan berbagai cara, misal food combining, atkin's diet, OCD, low carb dsb. Pokoknya mengubah lifestyle. Juga ada yang memakai herbal dan obat-obatan. credit Kalau ada yang berhasil ada yang enggak, mungkin dari cara aplikasi mereka yang kurang disiplin dan kurang olahraga. Yap, that's my opinion. Mau diet pake cara apapun kalau ga disiplin dan ga pakai olahraga, mah sami mawon. Badan melar mana mungkin turun. Gula darah yang tinggi mana bisa stabil (untuk yang sakit diabetes). Kepikiran untuk nulis ini sebenarnya karena abis ngobrol ama sobatku sejak kecil yang sekarang jadi dokter gizi. Terus terang dia punya masalah dengan berat badan. Lhaaa... dokter gizi kok bermasalah dengan BB toh? Ternyata menurutnya, ia tidak mampu menah...

Beberes Blog

Hampir sebulan ini blog ga disentuh. Hadeeeh, gimana sih madam. Apa mungkin karena tingkat stress berkurang jadi menulis yang menjadi stress therapy juga berkurang. Haish, bilang aja malesss... Semua ide yang ada di kepala menguap semua saat harus berhadapan dengan laptop. Distraction utama adalah maen fesbuk. Iya, bukan cuma liat, baca n nulis status or komen disana, tapi beneran maen gamenya hihihi... Ya sudah, sekarang coba lagi ah nulis walau tanpa tekanan full stress. Biasanya sih kalo tertekan banget malah ga bisa nulis. Memang mungkin masalah utama adalah mood dan cara mengeluarkan ide. Jadi kalau yang mampir keisni punya cara untuk ngeluarin ide, silahkan looh. Jadi sekarang ceritanya pengen ikutan ngontes. Tapi dari minggu lalu saat pertama liat di fesbuk temen, kok belum mulai nulis? Padahal ide langsung bertaburan di dalam kepala saat tau yang dikontesin apa. Tentang hotel. Demen banget kan nginep di hotel hehehe... Tapi ya itu, sudah bermunculan nama-nama dari dalam...

A Visit to an "Old Friend" called Rotterdam

Kubushuis, Rotterdam Tamu kami minggu ini membawa suvenir untuk si Mas dari tempat yang baru dikunjunginya untuk konferensi Dies Natalis suatu Universitas terkenal di Belanda. Si Mas pun bertanya pada mommynya, apa sih universitas. Out of the blue, tiba-tiba saja pengen jalan-jalan aja ke luar kota. Yah kalau gitu kenapa kita tidak napak tilas saja ke kampus. Yah, namanya juga Belande, antar kota mah cuma sejam. Memang sih, bisa saja kami menunjukkan kampus di Amsterdam. Tapi, yah gimana ya. Ga ada chemistry gitu. Wong bukan kampusnya, jadi kan ga ngerti. Akhirnya, kami pun berangkat tepat sebelum jam 1 siang. Di perjalanan aku pun berusaha menjelaskan sistem pendidikan Belanda dengan singkat ke si Mas dengan bantuan hubby. Maklum aku sendiri juga kurang mengerti toh. Di Belanda, kewajiban bersekolah dimulai dari usia 5 tahun. Umur segini, biasanya mereka masuk ke yang namanya grup 2. Grup 1 biasanya berisikan anak umur 4 tahun. Jadi semacam TK A dan TK B lah Grup 1/2 dan 3. Gr...

[BeraniCerita] Surat Merah Jambu

credit Akhirnya terkabul juga hasratku yang terpendam berbulan lamanya. Berulang kali aku melancarkan rayuan mautku kepada Reyna, si kembang kampus, tanpa hasil apapun. Tetapi hari ini, kuterima surat merah jambu bertanda tangan Reyna. Benar, sepucuk surat berwarna merah jambu dengan harum semerbak saat amplopnya kubuka. Isinya singkat saja, “Dear Tony. Kutunggu kau di rumahku hari Sabtu pukul 7 malam. Reyna “. Gambar hati menghiasi beberapa sudut surat itu. Jadi dengan begitu aku punya waktu 3 hari untuk memutuskan Syifa atau menduakannya lagi, kali ini dengan Reyna. Hal itu tak sulit bagiku. Memang sudah sebulan terakhir aku pacaran dengan Syifa. Dan baru minggu lalu juga aku tak kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan Lani. Tiga hari buatku berpikir. Sabtu sore saat aku bersiap, Edo, teman sekosku dengan penuh rasa iri berujar, “Kau ini beruntung sekali Ton. Dikejar-kejar gadis cantik, pulang pergi pun dijemput mobil mewah”. Aku tertawa penuh rasa bangga. “Taktislah...

When in Rome...Do as Romans Do

As a moslem (though not a good one yet), being in Saudi Arabia offers great advantages. My family is close to the Two Holy Cities and we can travel there anytime we want to. We also feel secure while consuming food and beverages as I've written before  here . Also important is that unlike in Holland, we can easily find places to sholat, even when we are shopping. But few things are not suited to my mind which I think is quite un-Islamic. Therefore, when I was first got here, I realized then why all God's religions were descended to this region. There are still some remains of the Jahiliyiah old time. From first hand experience, these are my notes.