Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tips

Two Years of Fun Hardworking

Jalan-jalan Cari Barang Duuh, liat postingan terakhir itu adalah 2 tahun lalu rasanya malu deh ama laptop. *batuk2bersihindebu. Ya dua tahun terakhir ini saya memang lagi sibuk dan fokus ke jualan barang branded. Rasanya hampir tidak ada berentinya. Namanya juga hobi dan passion yaak, seneng aja belanja sana sini. Liat barang sale tuh rasanya pengen beli aja. Tapi karena ga punya duit juga buat beli koleksi sendiri, akhirnya mendingan beli buat orang. Alhamdulillaah feenya bisa buat jajan anak-anak. Sekarang memang fokus lebih ke Le Carrousel Shop, baik sebagai stockist maupun personal shopper. Apa sih personal shopper? Jadi saya cariin barang-barang yang diminta buyer. Kalau harganya cukup murah, ya saya cuma charge fee dan ongkos transport dari sini plus ongkir dari Jakarta. Tapi kalau mahal-mahal ya terpaksa diitung lah cukainya.  Sama dengan barang-barang yang saya beli baik di butik maupun outlet. Kalau liburan ya kerjaannya kita jalan-jalan ke outlet di negara-negara...

Terpaksa Membuat SIM Internasional

Cepeet...cepet...jangan ditunda lagi. Nulis ditunda mulu, basi kali. Ah, biarin, suka-suka yang nulis doong. Tapi kali ini mau nulis sesuatu yang bener-bener gres, baru aja dikerjain. Tadi pagi dikerjainnya, malam langsung masuk ke virtual notes, itu namanya rekor! Ngapain sih emangnya. Sampe dibela-belain nulis cepet2. Ga ngapa-ngapain siiih, cuma bikin SIM Internasional aja. Berdasar pengalaman hubby waktu bikin SIM internasional sih, bikinnya gampang banget. Cuma datang ke aja ke travel agent besar dan bayar 150-200 SAR di Jeddah atau datang ke kantor ANWB terdekat (asosiasi pengendara di Belanda) dan bayar sekitar 19 EUR (kalau jadi anggota ANWB 18 eur aja), udah deh dapat tuh SIM Internasional. Tapi ini kan Indonesia, tanteee.. birokrasinya tau aja kaaan? Eh, ternyataaaaa... su'udzon itu memang tidak baik, ya ibu-ibu. Siang tadi sehabis nganter tumpeng kuning pesanan katering mami, kami (saya, mami dan oom) pergi menuju Jl. MT Haryono. Saat saya masih nanya alamat ke m...

Salah Kaprah Pembeda Tas Ori dengan Tas KW - A Seller's Note

Ready to be shipped "Sis, ini kok Coach saya made in China. Seperti beli di Mangga Dua. Ini KW ya" Demikian complain seorang customer via bbm. Walaah, saya minta dia memfotokan isi tasnya. Panik saya, saat foto-foto pertama menunjukkan ada tag putih kain bertuliskan "Made in China, CHINE". Walaupun saya tahu Chine itu adalah bahasa Prancis dari China, tapi setahu saya, di tas Coach tidak ada tag seperti itu. Apalagi kemudian di foto berikutnya lining (kain dalam) tidak menunjukkan authenticity stamp creed dari kulit khas Coach. Saya pun meneruskan komplain ke stockist US bags saya. Ealaah dibilangnya ga semua Coach ada stampnya. Nope. I am pretty sure that all Coach bags after 1990s ada stampnya kecuali untuk barang-barang yang kecil, seperti dompet, clutch, wristlet, atau crossbody yang kecil. tag yang bikin pusing Akhirnya saya foto creed stamp dari tas yang ada dan mengirimkannya ke customer untuk menanyakan ada ga yang seperti ini. Ealaah ternyata...

Chocolate Chip Cookies

Chocolate chip cookies ** Di rumahku ini penghuninya senangnya ngemil. Nah, kebetulan juga saya sih senengnya baking cemilan. Klop kan. Kebetulan senang juga sama kue chocolate chip ala G***T*** itu loh. Tapi setelah pernah ngerasain Mrs. F**** dan beberapa kue coklat chip home made yang dijual di Ikea dan beberapa bakery Jeddah, tau deh rasa kue yang enak seperti apa. Ia harus crispy di bagian pinggirnya, tapi di bagian tengahnya empuk. Chewy kalo orang Jawa bilang :). Dan dari beberapa kali mencoba resep di allrecipes dan lainnya, ada satu resep yang cocok walaupun tetep akhirnya aku sesuaikan dengan selera sendiri. Resep aslinya ada di link allrecipes.com ini dengan ukuran setengah resep. Dan ukuran cetakan yang dipakai adalah dengan sendok es krim, sehingga menghasilkan cookies yang besar. Sementara yang saya pakai adalah sendok untuk nyungkil buah untuk jadi bulet-bulet itu. Jadinya kecil, pas seukuran cookiesnya G***T***. Jadi terserah ya mau bikin sebesar apa. Bahan lain...

Mau Sehat, Kuncinya ya Disiplin

Badan sehat siapa pula yang menolak. Apalagi kalau sampingannya adalah langsing singset. Tiap perempuan (plus lelaki) pasti banyak yang kepengen badan langsing. Makanya banyak cara diet dijalankan. Ada yang mengatur pola makan dan yang dimakan dengan berbagai cara, misal food combining, atkin's diet, OCD, low carb dsb. Pokoknya mengubah lifestyle. Juga ada yang memakai herbal dan obat-obatan. credit Kalau ada yang berhasil ada yang enggak, mungkin dari cara aplikasi mereka yang kurang disiplin dan kurang olahraga. Yap, that's my opinion. Mau diet pake cara apapun kalau ga disiplin dan ga pakai olahraga, mah sami mawon. Badan melar mana mungkin turun. Gula darah yang tinggi mana bisa stabil (untuk yang sakit diabetes). Kepikiran untuk nulis ini sebenarnya karena abis ngobrol ama sobatku sejak kecil yang sekarang jadi dokter gizi. Terus terang dia punya masalah dengan berat badan. Lhaaa... dokter gizi kok bermasalah dengan BB toh? Ternyata menurutnya, ia tidak mampu menah...

Hemat Bukan Pelit dalam Mengatur Duit

Logo LiveOlive Seorang sahabatku curhat, "Duit gue bulan ini dah abis nih". Haduuh. Kok bisa? Langsung daripada aku ngomong sampai berbusa cara mengatur keuangan, aku suruh buka postingan lama tentang housewives budgeting . Eh, ngeluh dalam bahasa Inggris. Akhirnya aku sodorkan saja situs  LiveOlive  yang praktis dan simple, daaan dalam bahasa Indonesia. Teman-temanku menganggapku pandai mengatur keuangan karena backgroundku. Eits... Jangan salaaah. Mengatur keuangan itu ada seninya. Bukan karena kita seorang akuntan, serta merta kita bisa mengatur arus uang bulanan. Kalau senang baca buku atau situs mengenai pengaturan keuangan seperti  LiveOlive  tentunya akan memudahkan kita mendapat triknya. Makanya supaya ga ketinggalan infonya, jangan lupa: ”Like”   Facebook Fan page  atau “Follow” Twitternya , “Follow”   Google+ LiveOlive  dan “Subscribe” channel YouTube MyLiveOlive Sementara caraku mengatur keuangan sebenarnya sederhana saja. ...

Berburu Halal food di Eropa dengan Daftar E-number

Periksa ingredients Coklat swiss malah bikin ngiler :p Memasuki tahun Masehi 2013, kok malah berkurang ya tulisan. Semua mengendap di draft aja. Yah, suasana hati memang harus mendukung kalau mau menulis, tentunya juga waktu (alasaaan). Semoga refreshed setelah kemarin baru saja pulang dari liburan bergelimang salju. Senangnya bisa ketemu salju beneran lagi. Maksudnya bukan harus khusus mencari salju ke atas gunung berselimut salju abadi, tetapi cukup berdiam di kota saja salju sudah turun. Kemarin, selama seminggun kami di Belanda dan Jerman, salju turun cukup lama dan bertahan selama kami disana. *Sumringah* Anyway, bukan saljunya yang mau aku bicarakan, tapi tentang makanan. Seperti biasa, aku menyibukkan diri dengan membaca setiap ingredients di kemasan makanan yang hendak aku beli atau makan, karena tidak ada cap halalnya. Apalagi di Belanda yang pernah terjadi permasalahan tentang pengecapan halal pada makanan. Disana kebalikan di Indonesia. Kalau di Indonesia menuntut ad...

Vienna : Day at The Museum(s)

Sudah dapat ngintip kota Vienna, pengen banget dong jalan-jalan di dalamnya. Seperti layaknya menemui kota baru, aku menjelajah seluruh pelosok, nyasar di gang buntu gara-gara salah baca peta,  iseng masuk ke gedung-gedung tua tak bernama en teklok naek-naek ke menaranya dan tiba-ttiba nemuin lift saat sudah sampai bawah lagi. Eeh, salah cerita. Itu mah dulu yaaa... Dulu! Back to reality, I'm now with 2 krucils, without any stroller and the 'toddler' who owns it, is a bit too heavy to be carried. Set aside keinginan untuk jadi Dora the Explorer, karena energi dan waktu sudah berkurang banyak untuk hal seperti itu. So supaya anak senang, emak tenang, mereka ini harus di bribe dulu. Huffft! Jadi semalam dan saat breakfast, aku mulai mencekoki si mas, tentang museum anak-anak dan dinosaurus. Mereka ini belum pernah sama sekali ke museum. Jadi aku agak khawatir juga kalo diajak ke museum mereka akan menolak. Tapi di Vienna ada Kindermuseum, jadi I really need to try ...

Vienna in a Glance

Alhamdulillaah, akhirnya sampai juga ke Vienna. Dari dulu emang pengennya sih kesana. Tapi belum ada kesempatan (dan dana terbatas ala mahasiswa), akhirnya cuma sampai Salzburg aja jalan-jalan di Austrianya. Ternyata Vienna cantik beneer. There were sooo much to see and we only spared 3 days (2 days effectively). Tapi paling tidak sudah tau Vienna seperti apa. Jadi moga-moga diberi kesempatan lagi kesana pas anak-anak udah bisa diem. Soalnya emaknya pengeeen banget liat n ndengerin childhood dream concertnya, yaitu Vienna Boy's Choir dan Philharmonic Orchestra yang ngetop karena keren banget itu. (Inget musics dari VPO jadi keinget papi alm. :(( ) Perjalanan kami dimulai dari Heidelberg, sebuah kota kecil yang cantik di Baden Wurtemberg, Jerman, dengan menyewa mobil. Sebenarnya suami maunya sewa BMW, walaupun cuma seri 1 kan BMW gitu. Harganya pun tidak terlalu mahal karena sudah termasuk GPS. Eh ternyata karena penyewaan Hertz di Heidelberg ini kecil, ga dapetlah kita ...

Moist Choco Muffin

Fresh from the oven Alhamdulillaah, chocolate muffinnya berhasil lagi. Tapi belum pernah kan posting resepnya ya. Sebenernya seperti biasa ini resep diambil dari website favorite, Allrecipes , tapi dimodifikasi sendiri. Juga ada beberapa modifikasi kalo misalnya barangnya ga ada. Semalem, suami ga tau dimana tempat sour cream, jadi dia ga beliin. Terpaksa deh ngukus apel. Dan untung masih ada sisa whipping cream, jadi lumayan buat nambahin. Kata yang makan sih, moist banget, soft dan juga ngembang. Tapi kan yang penting gampang toh :). Chocolate Muffin (makes +/- 12 muffins) Bahan : 150 gram tepung roti serbaguna (all purpose) 150 gram gula pasir putih 35 gram baking cocoa (dutch cocoa atau natural unsweetened), ayak atau haluskan 1/2 sdk teh baking soda 1/4 sdk teh baking powder 1/4 sdk teh garam 1 sdk teh vanilla 1 1/2 telor besar* atau 2 telor kecil 115 gram sour cream  **(pengganti lihat di bawah) 60 ml air 60 ml susu cair 60 ml minyak sayur (minyak gore...

Belajar Baking Yeasty Product

Udah lama juga yah ada beberapa tulisan manteng di draft belum diterus-terusin. Kebanyakan ide malah ga sempet alias males. Kebetulan sepulang dari Jakarta, which is actually more than a month ago (tsk..), lagi pengen punya challenge baru in baking, bikin produk beragi alias yeasty product. Yang cinnamon roll lah, dinner roll juga, plus roti boy pula. Juga martabak manis. Terakhir bikin pizza sebagai pengganti dinner roll yang gagal mulu. Nah cinnamon roll sampe 3-4 resep dicoba. Kenapa cinnamon roll? Karena waktu kemarin nginep di rumah teman di Rotterdam, kita disuguhin cinnaroll enak. En she made it herself. Pagi-pagi bangun dengan mencium aroma kayu manis  di seluruh rumah, wah kok lekker ya? Terus dia kasih resep dari suatu website. Katanya gampang. Eh, pas kemaren aku coba, lah kok gagal? Padahal semua instruksi udah dikerjain. Bentuk en rasa oke. Tapi aku rasa, kucing juga bakalan mati ditimpuk ni roti. Kerasnya, astaghfirullah. Fresh from the trial oven: Cinnaroll, ro...

Daftar Resto n Food Outlet Halal MUI

My favorite of all time  Ini nih kerjaanku selama mudik kemarin. Tiap mau makan di mall, googling dulu mana yang udah punya sertifikasi halal MUI. Walaupun tetap aja kadang aku  nongkrong di warung yang ga ada sertifikasinya, seperti Daeng Tata Ribs, Bubur Barito, Mie Aceh, resto Padang, martabak manis en telor, dkk. Karena seperti aku bilang di postku yang ini , di Indo sepertinya ga selebay di Eropa lah, yang binatangnya tidak dipotong dengan tidak menyebut bismillaah, jadi even sapi n ayam pun jadi haram. Wallahu alam siih. Di pasar BenHil aja yang jual ayam hidup, yang motong ayam orangnya khusus bukan si mas-mas yang ambil ayam. Nah, daftar ini aku ambil dari website halalnesia  yang katanya punyanya grup Halal Baik Enak. Yang di bawahnya, aku ambil dari hasil melototin satu-satu atau pasang tampang badak nanya mulu ke yang jaga resto, ada sertifikat halalnya apa ga. Moga2 bermanfaat. (updated 30 Nov 2013)

Jalan-jalan di Eropa? Awas Copet!

Setelah sekian lama, akhirnya pecah juga rekor kami, yaitu rekor tidak pernah kecopetan di 5 kota rawan pickpockets di Eropa; Roma, Paris, London, Amsterdam dan Barcelona. Kami termasuk pasangan yang amat berhati-hati pada keadaan. Aku yang pernah hampir kecopetan di Jakarta, tentunya jarang lengah di mana-mana. Tapi Jakarta, gitu looh. Terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang cukup tinggi. Nah, kalau lima kota di atas? Siapa sangka? Yang menyangka tentunya orang yang sudah lama tinggal disana. Dan suamiku yang sudah lebih dulu lima tahun dariku bersekolah di Belanda mengerti sekali banyak trik si copet. Makanya dia banyak waspada. Tapi yah, yang namanya lagi apes, tetap saja tidak bisa dihindari. Kejadiannya, kami waktu itu habis pulang berbelanja di suatu daerah pertokoan di Paris. Kepikiranku sih pulang naik bis, karena ga perlu capek naik turun tangga metro. Metro yang merupakan subway di Paris sangat tidak bersahabat bagi invalid dan keluarga dengan anak kecil. Ia tidak me...

Jalan-jalan ke Disneyland Paris

Gate Disneyland Park, Paris Disneyland Paris. Tahun kemarin kali ketiga aku kembali kesana. Yang pertama kali saat masih menjabat sebagai mahasiswa pelancong, yang kedua dan ketiga sudah naik jabatan jadi Mommy of Two. Udah mahasiswa tua masih demen maen? Ya iyalah, karena yang ditawarkan di Disneyland bukan cuma permainannya, tapi juga experience the theme dan live show attraction. Tapi bagiku yang menarik sekali terutama adalah experience. Dibesarkan dengan menonton Mickey Mouse dkk, Sleeping Beauty, Snow White dan many fairy tales ala Disney, masak sih ga menarik bagiku yang udah tidak anak2 ini masih suka ama fairy tales. So, it's like reliving your old child dreams, bisa berada diantara tokoh2 fiksi yang lucu2 itu.

Makan Mur Mer di Fancy Restaurants

Tinggal di negara yang semua makanan en minumannya halal harus dimanfaatkan semaksimal mungkin seperti yang sudah aku post sebelumnya sebagai alasan kenaikan berat badan ;). Tapi setelah 5 tahun lebih disini, yang namanya nilai conversion dari Euro ke SAR udah luntur dong. We have to find an economical way to dine in fancy restaurants (baca: makan murah meriah). Untungnya di Jeddah ini banyak restauran yang menawarkan menu Special Offer. Bisa berupa business lunch, yang waktunya terbatas untuk lunch saja, atau all you can eat buffet, atau special offer untuk special occasion. Info lengkap bisa dicek di Jeddahfood sih, but these are the restaurants yang pernah kita coba dan juga special offernya. Oya harga2nya excluding service charge ya.

When Shopping and Saving collide

Window shopping in Luzern, CH-2010 SALE season is here! It's the cashing out season for that new fabulous Gucci bag, or a pair of cute Vara Ferragamo pumps or maybe settle with a nice Zara jacket n jeans. Yup, I'm a proud bargain hunter. In this season, I become a seasonal shopaholic, trying to get my hands on many stuffs, that my pocket allowed. I mean, if I see a nice item, and in the next 3 months it was on sale, I really got ticked. Because like most middle class family, we work hard to save from income for shopping spree. Here, I'd like to share some tips of spending money for leisure shopping, wisely. That is without having to crack your piggy bank, you can buy that new fridge or that large LCD TV even that lavish Louis Vuitton bag.  

Simple budgeting for housewives

Since I was still in college and having little knowledge of accounting, I always made budget for my expenses. Train tickets, transportation, copy books, meals, entertainment, were my major accounts. Fortunately, I still have that habit up to now. As a housewife, I find it really is becoming handy when you know how to handle simple everyday finance, especially when you only have one source of income. You don't have to be an accountant to manage your home finance smartly. The only upper hand an accountant has is that she knows some buzzwords to put in the budget system :p. So, here is a tip on how to micromanage your home finance by building a simple monthly budget .