Skip to main content

Posts

You Might Like This

Berburu Halal food di Eropa dengan Daftar E-number

Memasuki tahun Masehi 2013, kok malah berkurang ya tulisan. Semua mengendap di draft aja. Yah, suasana hati memang harus mendukung kalau mau menulis, tentunya juga waktu (alasaaan). Semoga refreshed setelah kemarin baru saja pulang dari liburan bergelimang salju. Senangnya bisa ketemu salju beneran lagi. Maksudnya bukan harus khusus mencari salju ke atas gunung berselimut salju abadi, tetapi cukup berdiam di kota saja salju sudah turun. Kemarin, selama seminggun kami di Belanda dan Jerman, salju turun cukup lama dan bertahan selama kami disana. *Sumringah*

Anyway, bukan saljunya yang mau aku bicarakan, tapi tentang makanan. Seperti biasa, aku menyibukkan diri dengan membaca setiap ingredients di kemasan makanan yang hendak aku beli atau makan, karena tidak ada cap halalnya. Apalagi di Belanda yang pernah terjadi permasalahan tentang pengecapan halal pada makanan. Disana kebalikan di Indonesia. Kalau di Indonesia menuntut adanya cap halal, di Belanda malah kebanyakan orang tidak mau a…
Recent posts

Surat Ijin Berenang ala Belanda

Alhamdulillaah, si mas sekarang udah boleh berenang sendiri tanpa pengawasan ortu atau orang dewasa di kolam renang. Laah? Bukannya di Jeddah udah bisa berenang sendiri. Eheem, lain padang lain kolam renang :D.

Di Belanda, anak-anak yang belum bisa berenang tidak boleh berenang sendiri tanpa adult supervision. Selain itu mereka juga diharuskan memakai ban apung di tangan. Peraturan tertuliskah? Ga tau juga sih, tapi yang pasti saya tahunya karena pernah ditegur poolwatch (bukan baywatch :p) saat kami lagi asyik berenang rekreatif.

Waktu itu kami berempat sedang berenang di kolam ombak, lalu karena panggilan alam, terpaksa lah saya pergi dulu ke toilet (ga ada yaa disini pipis di kolam...idiih). Si mas yang sudah bisa berenang pergi sendiri ke perosotan, sementara princess dengan daddynya. Saat saya kembali, suami saya cerita kalau barusan dia ditegur oleh penjaga kolam karena membiarkan si mas sendiri di perosotan. Bila dia belum "bisa" berenang, maka dia belum boleh dibia…

Two Years of Fun Hardworking

Duuh, liat postingan terakhir itu adalah 2 tahun lalu rasanya malu deh ama laptop. *batuk2bersihindebu.

Ya dua tahun terakhir ini saya memang lagi sibuk dan fokus ke jualan barang branded. Rasanya hampir tidak ada berentinya. Namanya juga hobi dan passion yaak, seneng aja belanja sana sini. Liat barang sale tuh rasanya pengen beli aja. Tapi karena ga punya duit juga buat beli koleksi sendiri, akhirnya mendingan beli buat orang. Alhamdulillaah feenya bisa buat jajan anak-anak.

Sekarang memang fokus lebih ke Le Carrousel Shop, baik sebagai stockist maupun personal shopper. Apa sih personal shopper? Jadi saya cariin barang-barang yang diminta buyer. Kalau harganya cukup murah, ya saya cuma charge fee dan ongkos transport dari sini plus ongkir dari Jakarta. Tapi kalau mahal-mahal ya terpaksa diitung lah cukainya.  Sama dengan barang-barang yang saya beli baik di butik maupun outlet. Kalau liburan ya kerjaannya kita jalan-jalan ke outlet di negara-negara tetangga.

Bulan Desember ini kebet…

Garuk Otak Soal Pengungsian Syria

Masih ketinggalan di dalam memoriku, percakapan dengan seorang teman saat mengisi waktu sepanjang perjalanan dalam sebuah taxi di Jeddah. Mendengar keinginanku untuk pergi keluar dari Saudi dan kembali ke Belanda atau negara Eropa lain, tiba-tiba dia berkata bahwa ada hadits yang melarang seorang muslim untuk menetap di negara kafir apalagi membeli rumah disana. Terus terang saja aku kaget. Hadits darimana itu. Dia hanya mengatakan pernah baca atau dengar. Lalu aku bertanya, lalu bagaimana dengan muslim yang memang asalnya dari negara yang disebut kafir itu sendiri. Lagipula siapa yang punya negara? Bukannya ini bumi Allaah, disinilah kita bisa berjalan sebagai kafillah. Lalu mengapa bisa muncul hadits yang melarang hal yang seperti itu. Walau ilmu agama saya tidak ada, apalagi soal hadits, tapi setahu saya, Islam itu penuh logika dan tidak mempertentangkan antara satu hal dengan yang lainnya. Semua ada penjelasannya  kecuali yang memang tidak ada penjelasan yang menjadi rahasia Illah…

Cangkul, cangkul, Mari Berkebun

Sebagai bagian dari pelajaran sekolah, siswa Grup 5 di sekolah si Mas mendapat ilmu berkebun n bercocok tanam. Tsaaah, pake ilmu segala. Tapi ya bener loh, bukan hanya asal nanam juga tapi ada cara-caranya. Dan, pelajarannya bukan teori di dalam kelas, tapi langsung praktek di kebun. Seru juga loh.

Acara berkebun ini untuk kelas si Mas diadakan tiap hari Rabu pagi. Diharapkan seluruh siswa sudah siap di kelas sebelum bel berbunyi, sehingga tepat 8.45, diiringi bel sekolah, mereka dapat berangkat menuju kebun sekolah. Kebun yang jaraknya sekitar 10 menit jalan kaki itu, ternyata bukan milik sekolah tapi milik gemeente (pemkot), sehingga tiap anak wajib membayar 20 euro untuk kegiatan ini. Selain untuk penyewaan tanah, juga untuk membeli bibit dll.


Saat baru datang, rombongan anak-anak masuk ke semacam rumah kebun, tempat penjaga kebun yang juga akan menjadi pemandu berkebun. Di ruangan sebesar aula kecil itu, pertama-tama, siswa dijelaskan tentang rencana kegiatan hari itu. Selain itu…

First Mobile Posting

Mau coba mobile posting ah. Sering banget pengen nulis status pribadi yg mau dishare, tapi di BB nyambungnya ke FB Le Carrousel. Kurang pas. So, moga2 berhasil.

Bismillaah.


---
Verstuurd met mijn BlackestBerry

KLEPON - Indonesische Kleefrijstballetjes

Ceritanya kemarin si Mas ada tugas presentasi atau spreekbeurt di sekolah. Sebenarnya sih tugasnya dari sebulan lebih yang lalu. Tapi masak baru persiapan less than 2 weeks. Alamaak. Presentasi tentang Indonesia, akhirnya dia presentasi tentang hal-hal yang ia ingat dan pernah tau, biar gampang ceritanya. Terus aku iseng, mas, bikinin traktatie (traktiran) ya. Klepon kan enak. Dia setuju, eh, ternyata katanya pada suka. Jadilah disuruh buat resepnya. Bahasa Belandaku masih ngaco sih, jadi comot dari website orang lain. Cuma kok ga pas dengan resepku, jadi yah akhirnya bikin resep sendiri deh. Jadi yang bisa berbahasa belanda, maapkeeeuuun... kalo ada yang ngaco-ngaco bahasanya. Moga2 temen2nya si mas ga bingung baca resep dari moedernya si mas hahahah....

-----------------
Zin in iets makkelijk te maken voor een kleine hapje? Dan moet je dit proberen. 


KLEPON (KLEEFRIJSTBALLETJES)


Klepon is een zoet, Indonesische hapje, gemaakt van onder andere kokos en bruine palmsuiker (goeladjawa).
Ing…

Liburan Santai ala Vakantiepark Belanda

Dalam urusan traveling, masih keinget banget "sindiran" seorang temen Jerman waktu dulu ambil short break libur sebelum harus summer internship.
"So, today you will visit me in Dusseldorf?"
"Yes, I think so, but it will be tight. I will go from Duisburg, then Dusseldorf, Koln, then Bonn, then return again to Duisburg. Maybe we can meet during lunch time?
"Whaaat? Three cities in one day? Vica... You travel like a Japanese..."
"Owh Really? How do you think I suppose to travel then?"
"Enjoy one city at a time...Tomorrow then come here?
"Can not. Tomorrow I'll go to Berlin"
Eeerr.....

Duuh, gimana yaaa.. Dia kan orang lokal gitu looh. Sementara saya berpikir waktu itu ga akan tinggal lagi di Eropa. Jadi dimanfaatkan dong kesempetan jalan-jalan. Apalagi transportasi gampang banget. Kalau saya di Indonesia juga kalau pergi ke satu kota ga akan lah satu hari berkunjung ke beberapa kota sekaligus.

Sampai akhirnya datang juga…