Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

Balada si Penumpang Taksi

Hari ini aku menemui kesulitan transportasi. Seperti biasa Minggu adalah hari ikutan salah satu kajian di Jeddah. Tempatnya kebetulan sering di daerah Sarafiyah yang cukup jauh dari rumahku. Untuk berangkat, tentunya pakai supir pribadi doong. Tapi kalau pulang, supir pribadi harus jemput si Princess yang ga ikutan bis sekolah dan kalau bolak-balik rumah kantor sekolah ya, repot laah. Hehehe... maklum, supir pribadinya ya, suami sendiri. Sudah lumrah deh, disini tuh anak adalah majikan, sementara daddynya jadi supir pribadi dan mommy jadi babysitter sekaligus cinderella.

Waktu menunjukkan pukul 11 lewat, suami baru bisa jemput biasanya pukul 1. Sayangnya buatku kalau untuk pengajian hari Minggu ini kebanyakan ibu-ibu pesertanya tinggal di Sarafiyah juga, bahkan mostly tinggal satu gedung pula, makanya jarang yang pakai taksi untuk pulang. Jadi ya aku sering mengalami kesulitan cari angkutan pulang. Cuma kok sayang ya, kalau ga dateng. Ilmunya agak-agak susah dicari kajiannya. Karena …

[BeraniCerita] Surat Merah Jambu

Akhirnya terkabul juga hasratku yang terpendam berbulan lamanya. Berulang kali aku melancarkan rayuan mautku kepada Reyna, si kembang kampus, tanpa hasil apapun. Tetapi hari ini, kuterima surat merah jambu bertanda tangan Reyna. Benar, sepucuk surat berwarna merah jambu dengan harum semerbak saat amplopnya kubuka.
Isinya singkat saja, “Dear Tony. Kutunggu kau di rumahku hari Sabtu pukul 7 malam. Reyna “. Gambar hati menghiasi beberapa sudut surat itu. Jadi dengan begitu aku punya waktu 3 hari untuk memutuskan Syifa atau menduakannya lagi, kali ini dengan Reyna. Hal itu tak sulit bagiku. Memang sudah sebulan terakhir aku pacaran dengan Syifa. Dan baru minggu lalu juga aku tak kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan Lani. Tiga hari buatku berpikir.
Sabtu sore saat aku bersiap, Edo, teman sekosku dengan penuh rasa iri berujar, “Kau ini beruntung sekali Ton. Dikejar-kejar gadis cantik, pulang pergi pun dijemput mobil mewah”. Aku tertawa penuh rasa bangga. “Taktislah kau bermain, Do. …

Fudgy Mint Brownies

Ternyata oh ternyata, resep brownies belum aku masukin di notes-ku toh. Padahal kalau balik lagi liat ke allrecipes, itu resep udah ta' kutak-katik. Nah, biar ga ribet inget-inget lagi, cateeet dong. Apalagi kalau ada yang minta, kan tinggal kasih. Pas mau catet, eeh, cari-cari foto di dokumen kok ga nemu ya? Perasaan dulu pernah foto-foto. Jadi maap ya, buat yang minta resepnya ga langsung ta kasih. Kan ceritanya mau dikasih pemanis dulu gitu, biar ga hambar ;).

Nah, ceritanya (bentar, resepnya di bawah kok) dulu itu adekku yang di Kuwait bawa brownies enak bener. Padahal biasanya aku kalau  makan brownies numpang di Helen's sambil tuker duit 14 riyal dan rasanya beda ama ini. Dia kayak pake mint dark coklatnya Lindt. Eh bener dong, kata si aseng sambil makan tuh brownies. Ya udah, mari kita bongkar itu resep. Aku pake resep yang fudgy brownies. Jadi kalau cari brownies yang lembut n cakey, jangan lihat lebih lanjut yaaa. Aku ada sih resepnya, cuma kurang suka aja, jadi aku …

Grand Canyon versi Saudi di Al 'Ula dan Mada'in Saleh

Tahun lalu, tepatnya tanggal 27 Desember 2012 (itu tahun lalu kaaan?), akhirnya kesampaian juga kami pergi mengunjungi Mada'in Saleh atau Al Hijr. Jaraknya kira2 4 jam dari Madinah, tempat kami menginap. Karena kalau langsung dari Jeddah, perjalanan satu arah saja memakan waktu 8 jam. Saat menuju ke sana, kami harus melewati kota Al U'la yang jaraknya kira-kira 30km dari Madai'in Saleh. Disana kami sudah berkencan dengan pemandu wisata yang bisa membawa kami masuk ke situs Peninggalan Dunia Unicef itu.

Di Al U'la kami berhenti di suatu kastil tua sambil solat dan menunggu pemandu kami. Al U'la sendiri merupakan sebuah kota kecil yang ramai. Sepertinya banyak arkeologis barat yang meneliti situs Al Hijr tinggal di kota ini. Nah, pemandangan di antara Al U'la dan Mada'in Saleh ini sungguh breathtaking. Apalagi bagiku yang penyuka pemandangan natural dan kota-kota tua bersejarah, dibandingkan melihat hutan beton miskin cerita seperti Rotterdam apalagi Dubai d…