February 6, 2013

Grand Canyon versi Saudi di Al 'Ula dan Mada'in Saleh

largest tomb in Mada'in Saleh

Tahun lalu, tepatnya tanggal 27 Desember 2012 (itu tahun lalu kaaan?), akhirnya kesampaian juga kami pergi mengunjungi Mada'in Saleh atau Al Hijr. Jaraknya kira2 4 jam dari Madinah, tempat kami menginap. Karena kalau langsung dari Jeddah, perjalanan satu arah saja memakan waktu 8 jam. Saat menuju ke sana, kami harus melewati kota Al U'la yang jaraknya kira-kira 30km dari Madai'in Saleh. Disana kami sudah berkencan dengan pemandu wisata yang bisa membawa kami masuk ke situs Peninggalan Dunia Unicef itu.

Old Castle in Al 'Ula
Di Al U'la kami berhenti di suatu kastil tua sambil solat dan menunggu pemandu kami. Al U'la sendiri merupakan sebuah kota kecil yang ramai. Sepertinya banyak arkeologis barat yang meneliti situs Al Hijr tinggal di kota ini. Nah, pemandangan di antara Al U'la dan Mada'in Saleh ini sungguh breathtaking. Apalagi bagiku yang penyuka pemandangan natural dan kota-kota tua bersejarah, dibandingkan melihat hutan beton miskin cerita seperti Rotterdam apalagi Dubai dan Abu Dhabi. Maklum ga bisa fotografi, jadi lebih senang memanjakan alat optik alam saja alias mata buat ngezoom.




Jelas bukan gedung beton
Sepanjang jalan aku disuguhi pemandangan gunung batu seperti yang kulihat di foto dan film tentang Grand Canyon. Beda sekali dengan tekstur gunung batu yang sering kulihat sepanjang jalan Jeddah-Mekkah or Jeddah-Madinah. Masya Allaah. Gunungnya bukan batu gurun tapi model sandy rose. Makanya terkagum-kagum aku karena belum sampai ke Grand Canyon di US, udah dapet previewnya di Saudi. Sayang, rupanya teman-teman serombongan mungkin tidak berpikiran sama denganku. Jadi tidak ada yang berhenti untuk sekedar berfoto-foto. Yah kalau begitu cukup dari mobil saja. Lagipula, mungkin juga karena waktunya kurang memungkinkan. Jarak Mada'in Saleh dan Madinah 8 jam pulang pergi. Dan sebisa mungkin kami mau kembali ke Madinah sebelum magrib.



pemandangannya memang "JEMPOL"
Lalu ada apa sih di Mada'in Saleh sampai bisa menjadi situs yang dilindungi Unicef? Mada'in Saleh sendiri yang jaraknya sekitar 400an KM ke arah utara dari Madinah atau 800 km dari Jeddah, merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan peninggalan arkeologis ratusan tahun lamanya. Disana terletak banyak makam (tombs) pahatan manusia yang hanya ditemui di situs Petra, Jordan dan Mada'in Saleh, Saudi Arabia.

Sebenarnya ada rasa takut juga saat menuju kesana. Takut ga bisa nangis, takut cengengesan aja dan takut karena disana adalah tempatnya kaum Tsamud yang dulu diazab Allah. Tentunya aku tak mau menjadi seperti mereka, na'udzubillaah min dzalik. Sebenarnya pun ada hadits yang sebaiknya kalau lewat sana jangan meminum air dari sumurnya dan kalau berada disana sebaiknya menangis karena takut akan azabNya.


Apa sih kesalahan kaum Tsamud sehingga diazab Allaah sampai rata dengan tanah? Yup, di Mada'in Saleh tidak ada hal lain kecuali pahatan makam dan gunung pahatan alam. Tidak ada rumah atau apapun juga yang menandakan pernah ada orang hidup disana. Sampai saat ini pun tidak ada orang tinggal disana.


Kisah kaumnya Nabi Saleh ini disebutkan sampai 25 kali di dalam Al Quran sebagai kaum yang dikutuk karena tidak mempercayai keberadaan Allaah dan terlebih lagi melanggar aturannya. Mereka ini sebenarnya kaum yang diberi kelebihan berupa kemahiran dalam memahat. Mereka hidup di daerah yang dulunya merupakan daerahnya Kaum Aad yang juga diratakan dengan tanah oleh Allaah.


Dengan seijin Allaah, kaum Tsamud lalu tinggal di daerah Al Hijr (gunung batu) tersebut. Walaupun terdiri dari gunung, sawah dan sumur mereka selalu basah oleh air. Sehingga mereka kaya raya. Selain itu mereka juga mampu mengukir rumah-rumah dari batu di gunung tersebut. Kekayaan dan kemahiran mereka tersebut membuat mereka sombong. (Al Hijr 15: 80-84)


Allaah mengirim Nabi Saleh a.s. yang merupakan salah seorang dari mereka. Beliau mengajak mereka menyembah Allaah dan bersyukur atas pemberian yang diberikan Allaah kepada mereka. Namun mereka menentangnya bahkan menantang nabi Saleh untuk menunjukkan eksistensi Allaah kepada mereka. Rupanya oasis di gurun batu bukanlah tanda bagi mereka kaum yang tidak berpikir, bahwa itu adalah ciptaan Allaah.

pahatan alam mirip manusia ya

Lalu Allaah menciptakan unta betina dari gunung batu, dan keluarlah si unta dari dalamnya. Nabi Saleh lalu berpesan agar sapi betina itu dibiarkan makan dan minum sesukanya. Tetapi dasar kaum ngeyel, malah si unta betina disembelih (Asy Syams 91: 11-15).

Di balik celah ini ada sumur yang katanya dulu tempat minum si unta betina (wallahu a'lam)

disinilah sumurnya yang juga hampir diminum airnya oleh rombongan Rasulullaah 
Akhirnya, nabi Saleh menyampaikan berita bahwa negeri itu akan hancur dalam waktu tiga hari, sementara mereka tetap tidak percaya. Dan setelah waktu yang dijanjikan, suara menggelegar menghancurkan semua kaum Tsamud kecuali Nabi Saleh dan pengikutnya yang beriman kepada Allaah. Allaah menghancurkan kaum Tsamud sedemikan rupa sehingga tidak ada tanda-tanda ada orang pernah hidup disitu. (Hud 11:61-68).


Makanya agak takut juga kan mau kesana. Tapi ternyata perjalanan menuju ke sana yang membuatku terkagum-kagum, sementara terus terang, kurang begitu terkesan (takut sih tepatnya) saat berada di Mada'in Salehnya sendiri.

Nama Mada'in Saleh juga ternyata nama baru. Sebelumnya tidak ada namanya. Dinamakan seperti itu artinya Mada'in dari Madina atau kota. Saleh dari nama nabi Saleh a.s. Jadi artinya kira-kira kotanya nabi Saleh. Daerahnya cukup luas looh. Ada kali besarnya sekecamatan di Jakarta. Berarti kan dulu kaum yang dibinasakan itu, buanyaak juga ya orangnya. Naudzubillaah.

Luasnya Mada'in Saleh. Ini hanya merupakan sebagian saja

Tapi kok masih ada tomb? Katanya sudah rata dengan tanah. Nah, ternyata long time after that, ga jelas kapan. Ada suatu kaum Nabatean yang datangnya dari daerah Petra di Yordania. Mereka datang lalu membangun tomb untuk memakamkan kerabat mereka. Cara penguburannya serem loh. Jadi, mayat itu ditaruh di luar tomb, lalu dibiarkan dimakan binatang. Setelah itu baru tulang-belulangnya dimasukin ke dalam tomb. Semakin besar atau bagus tomb, berarti semakin kaya keluarga tersebut. Kaum Nabatean ini juga kaum pagan yang menyembah patung. Bekas kuil mereka pun masih ada disini.


Ad-Diwan : Bekas Kuil Penyembah berhala



Bekas kuil pemujaan berhala

Kalau pernah liat kuil batu di film Indiana Jones and the Last Crusade, mungkin foto-foto tomb di Mada'in Saleh mengingatkan kita akan film itu. Memang benar, karena seperti aku sebut di atas, Kaum Nabatean asalnya dari Petra. Jadi bisa dibilang Petra dan Mada'in Saleh merupakan sister city dan dibuat oleh kaum yang sama.

Oya, sebelum memasuki daerah Mada'in Saleh, ternyata di dekat gerbang masuk ada stasiun kereta kerajaan Ottoman yang melintasi Hijaz Railway. Silahkan di google sendiri cerita tentang Lawrence of Arabia dan Kerajaan Ottoman. Yang pasti bisa dibilang dengan bantuan Lawrence ini, berdirilah Kerajaan Saudi yang ada sekarang.



Perjalanan panjang dan mencekam (karena kembali ke Madinah, saat matahari sudah turun) selama 8 jam lebih, cukup terbayar. Cukup pula mengingatkanku bahwa azab Allaah benar adanya. Semoga negeriku menjadi negeri yang dicintai dan dilindungi oleh Allaah. Aamiin.


8 comments:

  1. masya Allah..

    lagi, reportase mb Vica bikin saya kepengen banget kesana... :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesanalah Son, mumpung di Saudi. Sebaiknya rame2 biar konvoi. Serem soalnya kalo sendiri.

      Delete
  2. liat dari foto'a aja keren bangett, apalagi asli'a ya. Kapan bisa kesana, ntar nunggu dari tugas kesana kali, hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya masya Allaah. Maap ga semua foto ga bisa saya upload krn kebanyakan hehehe

      Delete
  3. Subhanallaah. Serem juga ceritanya ya Mba Vica.
    Makasih ya Mba sudah disharing.. :)

    ReplyDelete
  4. Klo kesana perlu visa lagi kah ? Atau cukup dgn visa umroh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, hanya bisa dengan residen visa atau visit visa. Visa umroh tidak bisa dipakai selain di 3 kota, Jeddah, Makkah, Madinah. Sayangnya, Saudi (terakhir yg saya tahu) tidak mengeluarkan travel visa.

      Delete