Skip to main content

Posts

Showing posts with the label umroh

Balada si Penumpang Taksi

Bukan Silverbird, just wishing it was my car ;D Hari ini aku menemui kesulitan transportasi. Seperti biasa Minggu adalah hari ikutan salah satu kajian di Jeddah. Tempatnya kebetulan sering di daerah Sarafiyah yang cukup jauh dari rumahku. Untuk berangkat, tentunya pakai supir pribadi doong. Tapi kalau pulang, supir pribadi harus jemput si Princess yang ga ikutan bis sekolah dan kalau bolak-balik rumah kantor sekolah ya, repot laah. Hehehe... maklum, supir pribadinya ya, suami sendiri. Sudah lumrah deh, disini tuh anak adalah majikan, sementara daddynya jadi supir pribadi dan mommy jadi babysitter sekaligus cinderella. Waktu menunjukkan pukul 11 lewat, suami baru bisa jemput biasanya pukul 1. Sayangnya buatku kalau untuk pengajian hari Minggu ini kebanyakan ibu-ibu pesertanya tinggal di Sarafiyah juga, bahkan mostly tinggal satu gedung pula, makanya jarang yang pakai taksi untuk pulang. Jadi ya aku sering mengalami kesulitan cari angkutan pulang. Cuma kok sayang ya, kalau ga dat...

Mosaic of Jeddah's Unbeaten Track

Before getting back to the home country, usually Indonesian pilgrims visit Jeddah for a day transit or sometimes even spending one night to wait for their flight. They arrive mostly from Mekkah. At this time, their tour operator usually bring them to the typical places for Indonesian pilgrim, such as Mesjid Apung (Floating Masjid) and Corniche Commercial Center or Balad.  The Mesjid Apung is not a special place. It just named that way by the Indonesian pilgrims, because half of the construction is above water, and so the name Floating arise. Actually it's not floating at all as you can see in the cover of Bunda of Arabia book. Most of the pillars are half way below the sea level.  While Balad is just an old commercial center a.k.a mall, which goods actually can be little bit cheaper if you know how to bargain. But also be careful with fake products. Here also is the place to find gold and money changer with competitive exchange rate. Well, you can find al...

Tour de Madinah Al Munawarah (2) - Off the Beaten Track

Post kemarin saya cerita tentang main attraction di kota Madinah Al Munawarah . Saatnya sekarang cerita ke beberapa tempat yang pernah saya datangi maupun baru niat didatangin saat ziarah ke Madinah. Bukit Magnet Bukit magnet ini sebenarnya tidak terlalu off beat . Malah konon kabarnya yang menemukan malah rombongan jamaah Indonesia. Disini, saat tidak menginjak gas pun dari batas tertentu, mobil bisa lari sampai 120km/jam. Tapi seperti yang ditulis di Cerita Jeddah yang juga saya refer di posting sebenarnya, kemungkinan besar ini adalah hanya sekedar optical illusion . Mungkin saja. Masak kalau ada magnet sebesar gunung, pemerintah Saudi ga berusaha menyelidiki sih? Hanya saja, tempat ini enak buat foto2 ala padang pasir, tanpa unta tentunya. Dan saat menuju kemari, kita bisa menemukan perkebunan kurma yang sebenarnya,  yaitu yang bukan hanya sekedar taman dengan toko kurma di depannya hehehe... Oya nama bukit magnet bukan nama sebenarnya ya. Itu cuma akal-akalan orang I...

Tour de Madinah Al Munawarah (1) - Main Attraction

Sudah sering jalan-jalan ke Madinah tapi baru kali ini mau nulis tentang tempat-tempat yang biasa dikitari saat ke Madinah Al Munawarah ini. Yah masih sehubungan dengan datangnya si adik yang ga pernah kesini. Biasanya sih orang yang umroh pasti diajak ke tempat-tempat bersejarah dan turistik seperti yang nanti aku tulisin, selain tentunya Masjid Nabawi. Tapi aku mau tambahkan beberapa tempat yang off beaten track . Masjid Nabawi at Night Tetapi daerah Madinah Al Munawarah (Madinah yang Bersinar) ini hanya diperbolehkan untuk Muslim saja. Jadi setelah checkpoint sebelum memasuki Madinah, ada perempatan besar yang ada lampu merahnya. Dan visitor non-muslim, dipersilahkan belok kiri menuju Yanbu atau ke kanan ke arah Riyadh (arah loh, bukan berarti langsung menemui kedua kota itu. Apalagi Riyadh yang nun jauh disanaaaaa). Lalu, kami terus saja dari perempatan besar itu menuju ke kota Madinah. Sekitar 200 meter kemudian ada penanda kota Haram di bukit batu di kiri kanan jalan ber...

Belajar Jadi Guide Umroh

Alhamdulillah, akhirnya hari Selasa tanggal 28 Februari kemarin, adikku yang bungsu diberi kesempatan oleh Allah Ta'Alla buat umroh. Mungkin karena si bungsu ini diberi kelebihan olehNya juga ya sampai bisa dadakan kesini. Bayangin aja, cuma dalam waktu less than 2 weeks, semua urusan visa bisa selesai. Sampai-sampai si mami dan si bungsu ini pada tidak sempat bawa macam2 (huhuhu...at least bawa bandeng presto deh) karena visa selesai hari Jumat malam, dan mereka harus berangkat Senin malam. Mendaftar pun hanya dalam waktu 2 minggu saja. Masya Allah. Padahal banyak orang berduit pengen kesini tapi belum ada kesempatannya. Kun Fayakun deh memang. Akhirnya selama seminggu mulailah aku belajar menjadi guide umroh. Mengerjakan umroh/haji itu wajib hanya bagi yang mampu, tetapi saat sudah bersiap mau melaksanakannya belajar manasik menjadi wajib hukumnya. Maka dari itu aku wanti-wanti ke adikku, belajar yang benar caranya. Sampai-sampai aku buatkan catatan kecil ringkasan singkat...

What a HECTIC Day for A Seller

Image by Khalif - Flickr Huft capek juga ni hari. Tadi pagi ketahuan akhirnya si mami n si bungsu bakalan nyampe sini insya Allah jam 9 pagi. Whaaa....bukan sore apalagi malem. Beberes lah daku. Padahal kalau besok malam, rumahku pasti udah dirapiin sama si mbak2 Filipina. Yah kedatangan si mami buat umroh memang benar-benar mendadak. Dua minggu lalu dapat kabar dari teman, bahwa kita bisa datangin orangtua pakai visa umroh. Langsung saja saya hubungi travelnya. Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 2 minggu, visa sudah keluar yaitu Jumat kemarin.  Sibuk dah aku  mempersiapkan promo pack buat jualan Swatchku. Kesempatan banget dong. Tadinya juga mau buka jualan Ikea, tapi ini aja mau buka PO Swatch repot banget. Ikea nanti aja deh kalau mudik.