Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Daftar Resto n Food Outlet Halal MUI

Ini nih kerjaanku selama mudik kemarin. Tiap mau makan di mall, googling dulu mana yang udah punya sertifikasi halal MUI. Walaupun tetap aja kadang aku  nongkrong di warung yang ga ada sertifikasinya, seperti Daeng Tata Ribs, Bubur Barito, Mie Aceh, resto Padang, martabak manis en telor, dkk. Karena seperti aku bilang di postku yang ini, di Indo sepertinya ga selebay di Eropa lah, yang binatangnya tidak dipotong dengan tidak menyebut bismillaah, jadi even sapi n ayam pun jadi haram. Wallahu alam siih. Di pasar BenHil aja yang jual ayam hidup, yang motong ayam orangnya khusus bukan si mas-mas yang ambil ayam.

Nah, daftar ini aku ambil dari website halalnesia yang katanya punyanya grup Halal Baik Enak. Yang di bawahnya, aku ambil dari hasil melototin satu-satu atau pasang tampang badak nanya mulu ke yang jaga resto, ada sertifikat halalnya apa ga.

Moga2 bermanfaat.

(updated 30 Nov 2013)

Insya ALLAH means If Allah WILL

Insya Allah artinya Bila Allah mengijinkan, bukannya memperhalus kata TIDAK. Lama juga aku belajar untuk mengucapkan sambil meresapi artinya. Apalagi kalau di tengah kebanyakan teman Indonesia yang mengatakan Insya Allah sebagai pengganti kata penolakan.

Aku sendiri mungkin baru beberapa tahun terakhir memahami dua patah kata yang mengartikan bahwa kita sepenuhnya menyerahkan rencana yang sudah kita buat kepada Allah. Apalagi aku sudah terbiasa dengan membuat rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Sudah terbiasa dengan menetapkan setiap step untuk mencapai objectives tersebut, lengkap dengan alternativesnya. Lalu, bagaimana kalau semua rencana tersebut hilang begitu saja bahkan beserta alternativesnya. Bagaikan aku harus memegang buku baru yang bersih dari segala draft tulisan dan harus mulai menulis lagi dari awal. 
Walaupun tahu bahwa we plan, Allah decides, biasanya rencana yang kubuat  melenceng  tidak jauh dari berbagai macam alternatif dan skenarionya.Itu berlangsung seja…

Cari Makanan Halal di Indonesia,Kenapa Jadi Gampang-gampang Susah?

Saatnya mudik adalah saatnya menikmati berbagai macam jajanan khas Indonesia. Yumm... Tetapi ternyata oh ternyata, seorang teman mengajakku bergabung dengan grup FB Dukung Jaminan Produk Halal dan ada pula yang mengajak mengintip menjadi anggota milis Halal Baik Enak asuhannya Dr. Anton Apriyantono, penulis rubrik halal food di aMuslima.com. Setelah itulah ,bagaikan nonton film horor, aku menemukan new shocking fact, bahwa tak semua makanan resto besar di malls di Indonesia halal (maksudnya selain yang udah jelas-jelas serve pork n alcohol).

Seperti resto favoritku Hanamasa. Hiiks... ternyata belum ada sertifikat Halal dari MUI. Laah, tidak halalnya dimana? Tidak halalnya karena seperti kebanyakan masakan Jepang, daging yang self-serve self cook itu sudah terlebih dulu dimarinade dengan saus yang ada arak Jepangnya atau dikenal dengan nama MIRIN. Huaaaa!!!! Kebanyakan resto yang menyajikan Far-Eastern (Japanese, Chinese, Korean) food menyajikan dengan arak masing buat marinade daging …

Mangkir Nulis

Oh my! Baru hari ini aku memegang kembali Si Merah, vaio kesayanganku :p. Liburan 6 minggu di Jakarta, cuma bisa megang netbook mami sama iPad, rasanya males banget buat nulis. Untung masih bisa nelorin satu tulisan, biar ga bolong-bolong amat. Tulisan tentang Vienna udah disiapin di draft buat diterusin. Ealaah, taunya gambarnya pada di perut si Merah semua.
Mari mulai nulis lagi, Vica. Biar ga bosan, biar buat pelampiasan stres, biar buat selingan dari melototin gambar jualan (halaah). Abis dari liburan, jangan malas lagi. At least udah mulai submit tulisan ringan dulu nih di amuslima. hehehe.
Good bye vacation, welcome back, working days ;)