Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Antara Budaya dan Agama

"Kamu tahu ga, J lahirnya kapan", tanya ayah teman sekolah si Mas padaku.
"Emm, Oktober bukan, dia baru aja ultah kan?"
"Yaa, tapi waktu dia lahir...tau ga, itu pas saat 'Suikerfeest' (Pesta Gula - terjemah bebas). It was nice, banyak perempuan muslim datang ke rumah sakit, lalu mendatangi bayi-bayi yang baru lahir dan menyapa kita"
" Wow, nice. Terus... kamu dapet gula, eh permen?"
Si bapak diam sejenak
" Mmm, namanya suikerfeest, tapi bukan berarti kita dapat permen atau gula"

Ternyata kata suamiku, yang namanya suikerfeest itu merujuk kepadaaa... Idul Fitri. Orang Belanda karena kebanyakan tau tentang Islam dari mukimin asal Turki, maka mereka menyebut Idul Fitri sebagai Suikerfeest. Hal ini karena budaya Turki merayakan Idul Fitri salah satunya dengan berbagi makanan manis. Begitu pula aku ingat salah satu teman Turkiku di kelas membagikan permen saat Idul Fitri.

Terpaksa Membuat SIM Internasional

Cepeet...cepet...jangan ditunda lagi. Nulis ditunda mulu, basi kali. Ah, biarin, suka-suka yang nulis doong. Tapi kali ini mau nulis sesuatu yang bener-bener gres, baru aja dikerjain. Tadi pagi dikerjainnya, malam langsung masuk ke virtual notes, itu namanya rekor!

Ngapain sih emangnya. Sampe dibela-belain nulis cepet2. Ga ngapa-ngapain siiih, cuma bikin SIM Internasional aja. Berdasar pengalaman hubby waktu bikin SIM internasional sih, bikinnya gampang banget. Cuma datang ke aja ke travel agent besar dan bayar 150-200 SAR di Jeddah atau datang ke kantor ANWB terdekat (asosiasi pengendara di Belanda) dan bayar sekitar 19 EUR (kalau jadi anggota ANWB 18 eur aja), udah deh dapat tuh SIM Internasional. Tapi ini kan Indonesia, tanteee.. birokrasinya tau aja kaaan?

Eh, ternyataaaaa... su'udzon itu memang tidak baik, ya ibu-ibu.

Siang tadi sehabis nganter tumpeng kuning pesanan katering mami, kami (saya, mami dan oom) pergi menuju Jl. MT Haryono. Saat saya masih nanya alamat ke mbah go…

The Art of Being Born into a Javanese Clan

"Mba Vica maunya dipanggil apa? Mba, Tante, apa Bude?"

Bocah kecil sebaya my lil princess itu bertanya dengan polosnya.

"Yaah, maunya sih Tante. Tapi kalau manggil Tante, nanti kowe diseneni ibumu", jawabku sambil meringis.

"Yo wis, aku celuk Tante yooo?
"Asyiik... iyooo"

Tapi toh tetap saja bocah 5 tahun itu harus memanggilku mbak, karena kalau dirunut, kami ini berada dalam satu garis generasi yang sama di klan keluarga besar mamiku.

Waaah... lucu juga rasanya dipanggil mbak oleh sepupu yang umurnya bahkan sebulan lebih muda dari lil princess. Lucunya lagi, karena urutannya ia adalah sepupuku, maka anak-anakku 'harus' memanggilnya TANTE atau BU Lik.

Ibunya si bocah sendiri lebih muda dariku. Seumur adikku yang kedua pula. Tapi saya harus memanggilnya Tante, karena runutannya, ia adalah adik sepupu Mami. Yah, karena lebih muda, saya panggilnya Mba saja.

Panggilan berdasar urutan generasi ini memang masih kental dipegang oleh klan kami yang …

Salah Kaprah Pembeda Tas Ori dengan Tas KW - A Seller's Note

"Sis, ini kok Coach saya made in China. Seperti beli di Mangga Dua. Ini KW ya"

Demikian complain seorang customer via bbm. Walaah, saya minta dia memfotokan isi tasnya. Panik saya, saat foto-foto pertama menunjukkan ada tag putih kain bertuliskan "Made in China, CHINE". Walaupun saya tahu Chine itu adalah bahasa Prancis dari China, tapi setahu saya, di tas Coach tidak ada tag seperti itu. Apalagi kemudian di foto berikutnya lining (kain dalam) tidak menunjukkan authenticity stamp creed dari kulit khas Coach. Saya pun meneruskan komplain ke stockist US bags saya. Ealaah dibilangnya ga semua Coach ada stampnya. Nope. I am pretty sure that all Coach bags after 1990s ada stampnya kecuali untuk barang-barang yang kecil, seperti dompet, clutch, wristlet, atau crossbody yang kecil.



Akhirnya saya foto creed stamp dari tas yang ada dan mengirimkannya ke customer untuk menanyakan ada ga yang seperti ini. Ealaah ternyata ada, tapi tadi dia ga fotoin karena katanya yang dia …

NEMO Museum dan World Science Festival

Sebenarnya kunjungannya sendiri udah lama banget yaitu tanggal 5 Oktober 2013. Tapi kok ya baru (di)sempet(in) nulis sekarang. Mumpung buka laptop ceritanya :p.  Setelah berhasil dengan misi memperkenalkan museum ke anak-anak di postingan Day at the Museums, petualangan ke museum pun berlanjut. Saya pun sampai membeli kartu berlangganan Museumkaart yang kalau dihitung-hitung cukup murah untuk menjelajahi berbagai museum dalam waktu setahun.
Kembali berdomisili di Belanda memang benar-benar membuka peluang untuk mendatangi berbagai museum yang khusus untuk anak. Bahkan beberapa seperti Van Gogh Museum, walaupun bukan museum anak, memberikan aktifitas yang menarik untuk pengunjung ciliknya. Museum cantik ini memberikan kegiatan mencari harta karun dengan memecahkan teka-teki dalam peta yang diberikan berdasarkan petunjuk yang tersebar di dalam pameran. Setelahnya, anak-anak mendapat hadiah souvenir dari museum.
Di Belanda ini terdapat berbagai museum yang menampilkan interaksi dengan pen…

THE Unforgettable Journey - Menempuh Jarak 2 km dalam 5 jam

Pengen banget ikutan ngeramein GAnya momtraveler cantik mak Muna yang sebenernya dah rame banget itu. Sampai bela-belain deh, sambil ngelap-ngelap debu yang mengendap di blog yang dah lama ga dilirik ini, saya menggali kembali kenangan perjalanan lama yang tak bakal terlupakan. Bukan saja tak terlupakan, perjalanan itu malah membuat the course of our family mudik trip changed forever. Ealaah segitunya.  Tapi yang memang begitu adanya.

Sudah menjadi kebiasaan keluarga kami seperti juga ribuan penduduk Jakarta lainnya, untuk mudik ke kampung halaman setiap Lebaran Idul Fitri tiba. Suasana riuh rendah berkumpul dengan keluarga besar dan wisata bersama tentunya tak bisa terlewatkan. Kami selalu 'mudik' ke rumah orangtua Mami di Solo. Well, tentunya yang mudik sebenernya si Mami yaah. Kami, alm Papi en anak-anaknya yah cuma ikutan hura-hura ajaah.

Biasanya keluarga besar kami, yaitu Mami dan adik-adiknya yang di Jakarta, berangkat dengan naik mobil. Kadang konvoi kadang sendiri-se…

Chocolate Chip Cookies

Di rumahku ini penghuninya senangnya ngemil. Nah, kebetulan juga saya sih senengnya baking cemilan. Klop kan. Kebetulan senang juga sama kue chocolate chip ala G***T*** itu loh. Tapi setelah pernah ngerasain Mrs. F**** dan beberapa kue coklat chip home made yang dijual di Ikea dan beberapa bakery Jeddah, tau deh rasa kue yang enak seperti apa. Ia harus crispy di bagian pinggirnya, tapi di bagian tengahnya empuk. Chewy kalo orang Jawa bilang :). Dan dari beberapa kali mencoba resep di allrecipes dan lainnya, ada satu resep yang cocok walaupun tetep akhirnya aku sesuaikan dengan selera sendiri.

Resep aslinya ada di link allrecipes.com ini dengan ukuran setengah resep. Dan ukuran cetakan yang dipakai adalah dengan sendok es krim, sehingga menghasilkan cookies yang besar. Sementara yang saya pakai adalah sendok untuk nyungkil buah untuk jadi bulet-bulet itu. Jadinya kecil, pas seukuran cookiesnya G***T***. Jadi terserah ya mau bikin sebesar apa.

Bahan lain yang saya ganti adalah butter d…

Hibernation (hopely) over

Cari-cari posting bulan Februari 2014 disini? Jangan harap nemu... Malu deh ih. Untung belum ngaku-ngaku blogger. Nulis aja kok males. Draft beberapa postings dianggurin begitu saja.

Tapi melihat cherry blossom berkembang dan krokus mulai menghias pinggiran jalan, rasanya sudah waktunya bangkit lagi menulis. Menghilangkan sensasinya beruang berhibernasi. Semoga paling tidak sebulan sekali bisalah menulis.

Kenapa sih? Ga tau deh. Ide banyak, tapi rasanya kok bearish n sluggish banget beberapa pekan terakhir ini. Bukan cuma blog. Facebook yang biasanya suka rajin bikin status sekali sehari atau posting foto2 narsis makanan aja, juga kok lagi jarang ya. Rasanya sisi introvertku yang besar lagi berkuasa penuh.

So, pompa lagi semangat buat nulis. Semoga bisa bermanfaat bagi orang lain dan juga bagi pengingat diri sendiri.

Aamiin.

Happy 2nd Anniversary KEB!

Hip..hip hoera...

Ada yang ultah looh. Yap, ternyata hari ini tanggal 18 Januari adalah hari ultahnya komunitas Kumpulan Emak Blogger, alias KEB yang kedua. Umur boleh baru 2 tahun, tapi kiprahnya di dunia blogging sudah amat membahana. Grup yang dipelopori sama emak cantik Mira Sahid ini memang keren.

Apa yang membuat suatu organisasi keren? Tentunya aset utamanya yaitu para anggota. Makanya alhamdulillaah, sudah diberi kesempatan untuk bergabung di grup KEB ini. Gimana enggak, disini aku jadi banyak belajar macem-macem dari emak-emak yang inspiring banget.

Ehem, jadi malu nih sebagai newbie karena belum banyak kontribusi padahal ngeblogging ternyata udah 7 tahun. Ngapain aja tanteee... Ya, dulu aku ngeblog karena desakan teman yang pengen tahu kehidupan sehari-hari di Belanda ngapain aja. Belum sempet bikin blog, dah keburu pindah ke Jeddah. Itupun buat blognya di Friendster (tau friendster gaa ;) dengan kunci grendelnya yang kenceng. Maksudnya tulisanku kebanyakan hanya untuk tema…

Kabah Before Ramadhan 1434H

Ka'bah di Masjidil Haram, sebelum Mataf (tempat tawaf) baru selesai, Syaban 1434H

Di penghujung Syaban,
kuingin mengabadikan saat-saat terakhir
Sebelum tembok tinggi itu belum utuh melingkarimu

Masalaama, ya Baitullaah
Semoga disampaikan lagi umurku untuk mengunjungi rumah suci Mu