Skip to main content

Posts

Showing posts with the label saudi life

Garuk Otak Soal Pengungsian Syria

Masih ketinggalan di dalam memoriku, percakapan dengan seorang teman saat mengisi waktu sepanjang perjalanan dalam sebuah taxi di Jeddah. Mendengar keinginanku untuk pergi keluar dari Saudi dan kembali ke Belanda atau negara Eropa lain, tiba-tiba dia berkata bahwa ada hadits yang melarang seorang muslim untuk menetap di negara kafir apalagi membeli rumah disana. Terus terang saja aku kaget. Hadits darimana itu. Dia hanya mengatakan pernah baca atau dengar. Lalu aku bertanya, lalu bagaimana dengan muslim yang memang asalnya dari negara yang disebut kafir itu sendiri. Lagipula siapa yang punya negara? Bukannya ini bumi Allaah, disinilah kita bisa berjalan sebagai kafillah. Lalu mengapa bisa muncul hadits yang melarang hal yang seperti itu. Walau ilmu agama saya tidak ada, apalagi soal hadits, tapi setahu saya, Islam itu penuh logika dan tidak mempertentangkan antara satu hal dengan yang lainnya. Semua ada penjelasannya  kecuali yang memang tidak ada penjelasan yang menjadi rahasia Il...

Saat Rutinitas Sekolah Harus Berubah

credit Setelah sekitar 2 minggu anak-anak bersekolah, rasanya ada yang hilang dari keseharianku. Dua hal yang terasa hilangnya adalah memasak lunch buat anak dan mbantuin bikin homework. Sewaktu di Jeddah, rutin si princess pulang dijemput bapaknya. Jadi setelah berbenah rumah, langsung aku masak buat mereka lunch. Sekitar jam 1-1.30 siang, mereka sampai di rumah dan langsung makan. Saat hubby siap balik lagi ke kantor, my little man pun tiba dari sekolah diantar bis sekolah. Tentang bus memang perlu agak diluruskan. Saya orangnya belajar sejak mahasiswa untuk ga prejudice apalagi sama orang ga dikenal, tapi tiba di Arab, semua negativity entah kenapa keluar *tutupmuka*. Tapi ada satu hal yang salah kaprah dari beberapa teman disini. Dipikirnya kalau naik bus sekolah, karena anak kita anak Indonesia bakal dianak tirikan. Enggak kok berdasar pengalaman. Semua anak diturunkan berdasar daerah dan kedekatan dengan sekolah. Kalau yang jauh ya yang apes. Bukan apes karena anak Indo...

Hotel Favorit: Menikmati Hotel Mewah Harga Murah

Bensin mahal? Yah emang resiko toh tinggal di Eropa. Masih ingat banget dulu sebelum pindah Saudi isi bensin full tank 80 euro. Saat sampai Jeddah, full tank cuma sekitar 7 euro saja. Beberapa tahun setelah itu, terbiasa dengan "kemurahan" ala Saudi, pola travel kami yang sebelumnya adalah smart budget traveler, menjadi smart budget luxury traveler. Haah, budget luxury??? What an oxymoron ! Tapi ternyata bisa terjadi looh menginap di hotel-hotel mewah dengan harga budget. Terus kenapa aku menyebut smart traveler? Yup, kami bukan model backpacker seperti yang pernah aku tulis di posting tentang Vienna. Bagiku menjadi traveler yang smart bukan cuma berhasil mengatur budget dan menghemat kiri-kanan tapi akhirnya menjadi penting adalah menikmati perjalanan itu sendiri. Jadinya menikmati kemewahan sesekali mah, kudu hukumnya kalau mampu hihihi... *Jangan ditiru* Dengan keberadaan voucherhotel.com yang menawarkan hotel mewah dengan harga terjangkau tentu bermanfaat banget buat t...

Masalaama Jeddah!

ready to take off Akhirnya, setelah tujuh tahun mengendap di Jeddah, berhasil juga kami 'escape from Azkaban'. Setelah ditangguhkan, diganti dan dibatalkan lalu ditunda oleh perusahaan, akhirnya, berani juga kami mengatakan, 'enough is enough', we're going and you can't stop us. With much bickering to the HR complaints department, akhirnya dikeluarkan juga surat sakti kami, Final Exit Visa. Alhamdulillaah, tak terkira leganya. Tiga bulan jadi nomaden dan sebulan terakhir bagai orang lontang-lantung, karena kepergian yang diperkirakan di awal bulan Juli, malah diundur paksa sampai awal Agustus. Padahal di bulan Ramadhan, terutama sepuluh hari terakhir, hampir pasti kegiatan pemerintah dan bank di Saudi berhenti. Jadi tak terkira stressnya kami, kalau harus masih menunggu di Saudi selama akhir Ramadhan dan awal Syawal tanpa tempat tinggal yang laik, terutama bagi anak2. Semuanya jadi menjadi semacam mental pressure bagi kami semua. Untunglah, masih ada teman...

Festival Bunga di Padang Pasir

Tulisan ini nih yang dimuat di Kartini no 2348, tanggal 20 Mei 2013. Di blog tentunya gambarnya bisa lebih banyak, en bisa bernarsis ria hihihi... ================== Bila mendengar tentang pameran bunga, kebanyakan orang akan mengasosiasikannya dengan negeri-negeri empat musim yang biasa menggelar pesta bunga untuk mengundang turis. Jarang orang berpikir ada festival bunga segar digelar di tengah gurun pasir yang kering. Namun, jangan salah. Ternyata Arab Saudi dengan kekuatan finansialnya, tak mau kalah pamor dengan menggelar festival bunga tahunan. Bahkan tahun 2013 ini acara tersebut sudah memasuki tahun ketujuh.   Setelah beberapa kali ketinggalan mengikuti acara ini selama 6 tahun keberadaan kami di Saudi, akhirnya kemarin berhasil juga kami menyambangi acara bertajuk Flower Festival Yanbu 2013 yang berlangsung antara tanggal 18 Februari sampai 8 Maret. Kami menempuh perjalanan mengemudi 3 jam dari Jeddah untuk sampai ke kota Yanbu. Ya, dari namanya ter...

Dari Festival Bunga Padang Pasir sampai ke Sapi Hitam

Judulnya bombastis amaat. heheh. Ga juga sih. Itu sebenarnya judul-judul tulisanku yang dimuat tahun ini. Alhamdulillaah dari 4 tulisan yang berani aku kirim, 3 sudah tembus media selama setahun ini. Pertama yang di Republika tentang Idul Adha di Madinah . Nah pas datang ke Jakarta kemarin disambut dengan dimuatnya artikel tentang Festival Bunga di Padang Pasir. Don't bother to look in my notes, karena aku emang belum upload tentang ini. Abis post ini yaaa... Artikelnya dimuat di Kartini awal Juni kemarin. Lumayan nampang tulisan. Sebenarnya aku kirim juga foto narsis, tapi kok ga dimuat sih...hihihi. Gagal narsis ceritanya.  Seperti biasa yah keduanya diworo-woro dong di Facebook lengkap dengan foto majalahnya. Tapi yang ketiga cukup dengan pasang status aja bahwa tulisanku dimuat di Gado-gado Femina tanpa kasih tau judul n tanggal terbit. Kenapa gitu? hihih malu ajaaa... Soalnya yang kenal banget aku, pasti tau sapa itu tokoh yang aku maksud. Lagian tulisan yang b...

Balada si Penumpang Taksi

Bukan Silverbird, just wishing it was my car ;D Hari ini aku menemui kesulitan transportasi. Seperti biasa Minggu adalah hari ikutan salah satu kajian di Jeddah. Tempatnya kebetulan sering di daerah Sarafiyah yang cukup jauh dari rumahku. Untuk berangkat, tentunya pakai supir pribadi doong. Tapi kalau pulang, supir pribadi harus jemput si Princess yang ga ikutan bis sekolah dan kalau bolak-balik rumah kantor sekolah ya, repot laah. Hehehe... maklum, supir pribadinya ya, suami sendiri. Sudah lumrah deh, disini tuh anak adalah majikan, sementara daddynya jadi supir pribadi dan mommy jadi babysitter sekaligus cinderella. Waktu menunjukkan pukul 11 lewat, suami baru bisa jemput biasanya pukul 1. Sayangnya buatku kalau untuk pengajian hari Minggu ini kebanyakan ibu-ibu pesertanya tinggal di Sarafiyah juga, bahkan mostly tinggal satu gedung pula, makanya jarang yang pakai taksi untuk pulang. Jadi ya aku sering mengalami kesulitan cari angkutan pulang. Cuma kok sayang ya, kalau ga dat...

Grand Canyon versi Saudi di Al 'Ula dan Mada'in Saleh

largest tomb in Mada'in Saleh Tahun lalu, tepatnya tanggal 27 Desember 2012 (itu tahun lalu kaaan?), akhirnya kesampaian juga kami pergi mengunjungi Mada'in Saleh atau Al Hijr. Jaraknya kira2 4 jam dari Madinah, tempat kami menginap. Karena kalau langsung dari Jeddah, perjalanan satu arah saja memakan waktu 8 jam. Saat menuju ke sana, kami harus melewati kota Al U'la yang jaraknya kira-kira 30km dari Madai'in Saleh. Disana kami sudah berkencan dengan pemandu wisata yang bisa membawa kami masuk ke situs Peninggalan Dunia Unicef itu. Old Castle in Al 'Ula Di Al U'la kami berhenti di suatu kastil tua sambil solat dan menunggu pemandu kami. Al U'la sendiri merupakan sebuah kota kecil yang ramai. Sepertinya banyak arkeologis barat yang meneliti situs Al Hijr tinggal di kota ini. Nah, pemandangan di antara Al U'la dan Mada'in Saleh ini sungguh breathtaking. Apalagi bagiku yang penyuka pemandangan natural dan kota-kota tua bersejarah, dibandin...

Kapan lagi bisa Idul Adha di Madinah

Sudah enam tahun lamanya kami berdomisili di Jeddah, Saudi Arabia. Namun, baru dua kali termasuk tahun ini, kami menyempatkan diri untuk sholat Iedul Adha di Masjid Nabawi di Madinah. Kesempatan untuk sholat Iedul Adha di Masjid Nabawi hanya didapat oleh penduduk lokal termasuk pekerja asing yang bermukim di Saudi. Hal ini tentunya disebabkan karena pada musim haji, tidak boleh ada pendatang dari luar negeri yang bisa masuk kecuali dengan visa haji. Sementara karena tujuan para tamu Allah dari luar Saudi adalah berhaji, tentunya, sejak selambatnya tanggal 8 Dzulhijjah sore, mereka sudah pergi meninggalkan Madinah menuju daerah Mekkah untuk wukuf di Arafah keesokan harinya. Maka, antara tanggal 9-12 Dzulhijjah, boleh dibilang, daerah Madinah akan sepi dari pengunjung luar Saudi. Inilah saatnya kami merasakan sholat Iedul Adha. Kami berangkat menuju Madinah dari Jeddah sejak pagi sebelum waktu dzuhur dengan rencana mendapatkan waktu sholat ashar berjamaah. Namun, tentunya ...

Zermatt, A Car-Free City All Year Round

Gerbangnya Zermatt, Plaza Stasiun kereta Setiap kali membaca berita tentang car-free day di Jakarta akhir-akhir ini, aku selalu teringat kembali akan kunjungan ke Zermatt pada November 2011. Apa hubungannya kota kecil di tengah pegunungan Alpen ini dengan car-free day? Hubungannya erat sekali, karena kota kecil yang indah dengan udara yang bersih dan segar ini sejak tahun 1947, tidak memperbolehkan mobil berbahan apapun kecuali listrik, berjalan di dalamnya. Pantas saja udaranya terasa ringan sekali di paru. Belum lagi sejuknya, soo refreshing . Kayak bemo ya mobil listriknya Mobil2 Listrik menunggu penumpang Zermatt sendiri merupakan sebuah kota kecil di kanton (semacam daerah otonom di Swiss) Valais, yang letaknya berbatasan langsung dengan Italy. Ia berada di ketinggian 1,620m dan dikelilingi oleh puncak pegunungan Alpen. Well, paling tidak sepertiga dari sedemikian banyak puncaknya sih. Dan dari sedemikian banyak puncak pegunungan Alpen, yang paling terkenal adal...

Bunda of Arabia: Launching Plus Workshopnya Gol A Gong

Ketua Panitia Gempa Literasi bersama Gol A Gong dan Tias Tatanka  Alhamdulillaah, akhirnya setelah sebulan lebih, jadi juga buku Bunda of Arabia dilaunching beneran secara offline tanggal 3 May kemaren. Launchingnya sendiri sih bukan bikin acara sendiri. Maklum penulis pemula semua hehehe. Kebetulan salah satu penulis BoA adalah anggota FLP (Forum Lingkar Pena) Saudi. Dia ini kebetulan juga aktif di forum penulis di Indonesia. Makanya sudah sering mengorganisir acara jumpa fans (tapi judulnya seminar or workshop hehehe) dengan para penulis Indonesia yang pas lagi umroh disini seperti Asma Nadia, Oki KCB, dan terakhir Gol A Gong. Terus terang, aku ini orangnya super duper kuper dan jarang baca buku kalau tidak ada di rak buku tante or alm papi or di perpus sekolah waktu SMA (pelit bin kikir buat beli buku. Mendingan beli komik Elex atau Penguin yang murah :p). Makanya maap (huhuhu) aku ga kenal nama-nama yang aku sebutin diatas kecuali Gol A Gong. Walaupun setahuku namanya dul...

Mosaic of Jeddah's Unbeaten Track

Before getting back to the home country, usually Indonesian pilgrims visit Jeddah for a day transit or sometimes even spending one night to wait for their flight. They arrive mostly from Mekkah. At this time, their tour operator usually bring them to the typical places for Indonesian pilgrim, such as Mesjid Apung (Floating Masjid) and Corniche Commercial Center or Balad.  The Mesjid Apung is not a special place. It just named that way by the Indonesian pilgrims, because half of the construction is above water, and so the name Floating arise. Actually it's not floating at all as you can see in the cover of Bunda of Arabia book. Most of the pillars are half way below the sea level.  While Balad is just an old commercial center a.k.a mall, which goods actually can be little bit cheaper if you know how to bargain. But also be careful with fake products. Here also is the place to find gold and money changer with competitive exchange rate. Well, you can find al...

Farewell with Rujakan

Bukan rujaknya kita loh... ( Credit ) Salah seorang teman kami di pengajian dan juga salah seorang penulis Bunda of Arabia Rabu kemarin pergi meninggalkan Jeddah for good (huhuhuhu). Sedianya kami akan mengadakan acara perpisahan dengan coffee morning di suatu kafe gitu, biar seperti madam-madam :p. Tapi dasarnya ibu-ibu rempong, akhirnya malah milih buat rujakan di salah satu rumah bunda. Alhamdulillah, bisa santai deeh. Santainya gimana sih? Ya santai lah. Kalau kemana-mana di tempat umum ya wajib lah kita berabaya ria. Nah kalau udah masuk rumah, seperti yang diistilahkan seorang senior madam Jeddah, langsung deh ibu-ibu pada buka tenda.  Maklum, sebagai muslimah, kan kita tidak dilarang buka-bukaan kerudung di depan sesama perempuan. Makanya disini salon pun banyak. Dan dilarang banget pria-pria masuk ke dalam salon perempuan.  Hmm, kenapa dari rujak jadi ngomongin nyalon? Back to topic. Nah, seperti biasa kalau mau ada acara makan-makan, pasti langsun...

Belajar dari Asisten

scottchan/FreeDigitalPhotos.net Resmi sudah tiga minggu tanpa asisten. Biasanya si asisten mingguan yang orang Filipin ini datang tiap hari Sabtu pagi ke rumah. Reasoningku adalah ya karena hari Sabtu pagi, hari pertama after weekend, biasanya banyak kerjaan numpuk, dan kadang timbul deh tuh penyakit I hate Saturday (not Monday ;)). Tiga minggu lalu aku bilang ke dia, kalau aku ga perlu dulu, mungkin sekitar dua minggu lagi  saya panggil lagi. Habis, gara-gara ada mamiku, rumahku tuh kalo pagi jadi super bersih. Biasanya Jumat malam, sudah aku tumpuk cucian panci kalau abis masak. Atau baking pan bekas bikin kue. Paling males emang cuci si panci. Eh, selama ada mami, ga ada tuh cucian panci apalagi piring numpuk di dapur. Ruang tamu pun bersih disapu. Walaaah, pikiran meditku keluar nih. Rugi dah nih, si asisten kan dibayar sekali datang untuk 5 jam. Kemaren-kemaren aja, cuma kerja 4 jam, udah selesai, apalagi sekarang dengan keadaan rumah bersih? Rugi bandaar gara-gara si ma...

Bunda of Arabia: The birth of my first brain child

Cover Depan Alhamdulillaah, insya Allah tgl 25 Maret besok, buku Bunda of Arabia: Bahagia Meski Mungkin Tak Sebebas Merpati akan dilaunch secara online. Dengan penuh perjuangan bersama some of the drama queens of Jeddah, akhirnya bisa juga selesai ini buku sampai ke percetakan. Alhamdulillah, pula bisa mencatatkan diri dalam dua kredit, sebagai co-writer dan cover designer :). Apa sih yang misi kami membuat buku Bunda of Arabia ini? Tidak bisa dipungkiri, kalau orang yang tidak kenal aku pasti menyangka aku ini seorang TKW karena tinggal di Saudi Arabia. Memang benar sih. Aku ini seorang TKW bagi anak dan suami. What job can be more rewarding than that? Nah, kami mencoba memberikan pandangan baru tentang kehidupan di Saudi. Saudara dan teman dekat kami tentu saja tahu apa yang kami alami di Saudi. Tapi ini bukan tulisan satu orang loh. Ini tulisan 8 orang dengan background berbeda, pekerjaan suami yang berbeda (mostly engineers and IT expers, with the exception of mine and an...

Tour de Madinah Al Munawarah (2) - Off the Beaten Track

Post kemarin saya cerita tentang main attraction di kota Madinah Al Munawarah . Saatnya sekarang cerita ke beberapa tempat yang pernah saya datangi maupun baru niat didatangin saat ziarah ke Madinah. Bukit Magnet Bukit magnet ini sebenarnya tidak terlalu off beat . Malah konon kabarnya yang menemukan malah rombongan jamaah Indonesia. Disini, saat tidak menginjak gas pun dari batas tertentu, mobil bisa lari sampai 120km/jam. Tapi seperti yang ditulis di Cerita Jeddah yang juga saya refer di posting sebenarnya, kemungkinan besar ini adalah hanya sekedar optical illusion . Mungkin saja. Masak kalau ada magnet sebesar gunung, pemerintah Saudi ga berusaha menyelidiki sih? Hanya saja, tempat ini enak buat foto2 ala padang pasir, tanpa unta tentunya. Dan saat menuju kemari, kita bisa menemukan perkebunan kurma yang sebenarnya,  yaitu yang bukan hanya sekedar taman dengan toko kurma di depannya hehehe... Oya nama bukit magnet bukan nama sebenarnya ya. Itu cuma akal-akalan orang I...

Tour de Madinah Al Munawarah (1) - Main Attraction

Sudah sering jalan-jalan ke Madinah tapi baru kali ini mau nulis tentang tempat-tempat yang biasa dikitari saat ke Madinah Al Munawarah ini. Yah masih sehubungan dengan datangnya si adik yang ga pernah kesini. Biasanya sih orang yang umroh pasti diajak ke tempat-tempat bersejarah dan turistik seperti yang nanti aku tulisin, selain tentunya Masjid Nabawi. Tapi aku mau tambahkan beberapa tempat yang off beaten track . Masjid Nabawi at Night Tetapi daerah Madinah Al Munawarah (Madinah yang Bersinar) ini hanya diperbolehkan untuk Muslim saja. Jadi setelah checkpoint sebelum memasuki Madinah, ada perempatan besar yang ada lampu merahnya. Dan visitor non-muslim, dipersilahkan belok kiri menuju Yanbu atau ke kanan ke arah Riyadh (arah loh, bukan berarti langsung menemui kedua kota itu. Apalagi Riyadh yang nun jauh disanaaaaa). Lalu, kami terus saja dari perempatan besar itu menuju ke kota Madinah. Sekitar 200 meter kemudian ada penanda kota Haram di bukit batu di kiri kanan jalan ber...

Bunda of Arabia: Don't Forget to Exhale....

Cover buku Bunda of Arabia Sejak pulang dari Madinah, tidak ada kesempatan banyak untuk membuat posting blog banyak-banyak. Padahal ada tekad untuk bikin s atu hari at least satu tulisan.  Tapi apa daya. Otakku lagi terpakai untuk tiga hal sekaligus, jalan-jalan sama tamu agung, promosi jualan Swatch sama bikin cover buku Bunda of Arabia. Belum lagi tugas harian sebagai emak-emak. Alhamdulillah selesai juga nih covernya buku pertama kami berdelapan. Ceritanya seorang temanku yang hendak hengkang dari Jeddah mau buat kenang-kenangan buat Jeddah yang ternyata dia cintai :p. Terus diajaklah teman-teman sepengajian buat ikutan nulis antologi. Ternyata 7 orang menyambut ajakannya. Jadilah kami menulis bersama-sama tentang kehidupan kami di Jeddah. Nah, ternyata si mama satu ini maunya bukunya sudah selesai sebelum dia pergi. Jadinya dikejar-kejarlah kami. Dan rencana mau sodorin naskah ke publisher besar seperti Grm atau Mzn pun ditinggalkan. Karena biasanya naskah di penerb...

Belajar Jadi Guide Umroh

Alhamdulillah, akhirnya hari Selasa tanggal 28 Februari kemarin, adikku yang bungsu diberi kesempatan oleh Allah Ta'Alla buat umroh. Mungkin karena si bungsu ini diberi kelebihan olehNya juga ya sampai bisa dadakan kesini. Bayangin aja, cuma dalam waktu less than 2 weeks, semua urusan visa bisa selesai. Sampai-sampai si mami dan si bungsu ini pada tidak sempat bawa macam2 (huhuhu...at least bawa bandeng presto deh) karena visa selesai hari Jumat malam, dan mereka harus berangkat Senin malam. Mendaftar pun hanya dalam waktu 2 minggu saja. Masya Allah. Padahal banyak orang berduit pengen kesini tapi belum ada kesempatannya. Kun Fayakun deh memang. Akhirnya selama seminggu mulailah aku belajar menjadi guide umroh. Mengerjakan umroh/haji itu wajib hanya bagi yang mampu, tetapi saat sudah bersiap mau melaksanakannya belajar manasik menjadi wajib hukumnya. Maka dari itu aku wanti-wanti ke adikku, belajar yang benar caranya. Sampai-sampai aku buatkan catatan kecil ringkasan singkat...

A Weekend Off

Sejak kedatangan tamu agung dari Jakarta, Selasa kemarin, rasanya udah ga sempet lagi nulis blogpost. Padahal di otak banyak banget yg mau ditulis. Kebetulan pas Selasa juga penuh dari pagi. Mulai dari acar meeting Bunda of Arabia, terus siap2 ke Mekkah n akhirnya malamnya nganter mami en adikku umroh. Besoknya setelah pagi siap2in koper dan bekal perjalanan, diikuti dengan quick lunch, berangkatlah kami ke Madinah sampai hari ini biar cocok dengan jadwal weekend hubby. Sayang banget, doi ga dapat cuti karena kolega satu bagiannya sudah cuti duluan hiks. Weekend di Saudi memang jatuhnya pada hari Kamis dan Jumat. Sementara di negara Gulf lain sudah berubah sejak Oktober 2008 dari Kamis Jumat menjadi Jumat Sabtu. Ealaah, baru juga sampai hotel, ketahuan si tamu taunya datang lebih cepaaaat... Aargh... Ga dapat barang satu solat pun di Masjid Nabawi. Alhasil, sekarang jumatan di dalam hotel ajah. Dan mengucapkan assalamu alayka ayyuhan nabiyyu warrahmatullahi wabarakatuh dan allahumm...