October 27, 2013

Mau Sehat, Kuncinya ya Disiplin

Badan sehat siapa pula yang menolak. Apalagi kalau sampingannya adalah langsing singset. Tiap perempuan (plus lelaki) pasti banyak yang kepengen badan langsing. Makanya banyak cara diet dijalankan. Ada yang mengatur pola makan dan yang dimakan dengan berbagai cara, misal food combining, atkin's diet, OCD, low carb dsb. Pokoknya mengubah lifestyle. Juga ada yang memakai herbal dan obat-obatan.

credit
Kalau ada yang berhasil ada yang enggak, mungkin dari cara aplikasi mereka yang kurang disiplin dan kurang olahraga. Yap, that's my opinion. Mau diet pake cara apapun kalau ga disiplin dan ga pakai olahraga, mah sami mawon. Badan melar mana mungkin turun. Gula darah yang tinggi mana bisa stabil (untuk yang sakit diabetes).

Kepikiran untuk nulis ini sebenarnya karena abis ngobrol ama sobatku sejak kecil yang sekarang jadi dokter gizi. Terus terang dia punya masalah dengan berat badan. Lhaaa... dokter gizi kok bermasalah dengan BB toh? Ternyata menurutnya, ia tidak mampu menahan nafsu untuk tidak ngemil. Wuaaah.. Masalah kita sama toh jeng, sesama pengemil. Tetapi ternyata makannya juga banyak. Walaupun dia tahu mana makanan yang bisa membuat dia gemuk, ada impuls yang mendorongnya untuk makan terus.

Alhamdulillaah, berat badan dan terutama BMI ku dalam ambang normal. Kemungkinan besar memang sel-sel dalam tubuhku tidak memungkinkanku untuk overweight. Dan sayangnya menurun pada anak-anakku yang ga gemuk-gemuk. Tetapi ada beberapa saat dalam hidupku dimana berat badan menjadi masalah karena naik (sementara kalau anakku karena ga naik-naik), walaupun kalau dilihat dari tabel BMI dibawah, masih belum menimbulkan masalah.


Tabel BMI (about.com low-carb diet)


BMI Weight Category
Under 18.5 Underweight
18.5- 24.9 Healthy Weight
25 - 29.9 Overweight
30 or over Obese


Pertama saat duluuuu banget ngantor dan belum nikah. Kerjaan cuma duduk, ke kantor nebeng tetangga, pulang either dijemput adek or naik mikrolet yang jalannya tidak terlalu jauh dari rumah. Singkatnya ga banyak kalori terbuang. Dan terjadilah musibah itu. Berat badanku naik 3 kg yang ditandai dengan begahnya aku berjalan. Rasanya kok semua berat. Mulai dong berdiet. Aku pakai produk penurun berat badan. Yang pertama kupakai adalah W** sambil menghitung berbagai kalori yang tertera di kemasan makanan, bila ada. Jadi kebiasaanku meneliti kemasan makanan ternyata dimulai sejak berdiet ini, tapi bukan bahan makanannya yang dicek melainkan kalori dan fat.



Sayangnya, cara ini tidak berhasil. Padahal selain itu aku sudah mengurangi porsi makan dan memperbanyak minum air putih. Bahkan pengurangan porsi makan itu kadang keterusan sampai sekarang. Air putih lebih dari 1 liter habis sebelum lunch break. Setelah itu biasanya hanya 1 liter sampai pulang. Lalu aku mencoba produk diet lain, Her**L*** yang kebetulan lagi dicoba oleh teman sekantorku. Wah ternyata pakai produk ini berat badan benar-benar berkurang. Tetapi satu yang diminta, selain banyak minum, disiplin! Yup, karena kalo ga disiplin, ga bakal berjalan deh.


credit

Setelah berat berkurang sekitar 2 kg, hampir mendekati berat awal, aku pun ikutan Body Language, senam pernapasan yang benar-benar berefek pada otot. Dan juga baru tau dari bisikan ibu-ibu yang sudah menikah, kalau senamnya buat tambah disayang suami...heeeh? Waah kalo soal itu dulu aku masih polos :p. Yang penting senang euy punya badan berbentuk. Lalu, setiap Sabtu pagi, aku berenang selama sejam di GOR dekat rumah. Berangkat naik bis, pulang kadang jalan kaki. Setelah itu ditambah dengan tiap pagi habis subuh jalan cepat muter sejam di kompleks rumah. Aku memang bukan jogging or running person. Beberapa bagian tubuhku tidak memungkinkanku untuk bisa berlari, walaupun lari  kecil sekalipun. Lagipula, aku senang  karena jalan cepat membentuk bagian belakang tubuh dan juga perut menjadi lebih kencang hehehe.

credit

Bulan ketiga aku memakai Her**L***, berat badanku pun turun 2 kg dibawah berat biasanya. Cuma waktu itu tiba-tiba menemukan metode penghitungan berat ideal dengan BMI, body mass index. Aiih, dengan berat segitu ternyata aku sudah di ambang batas underweight. Akhirnya, aku pun melepaskan diri dari Her**L***dengan makan biasa, porsi berkurang, dan tetap berolahraga. Alhasil beratku naik dan menetap di angka sebelum berat naik sampai sebelum pergi ke Saudi. Yup, setelah melahirkan anak pertama pun, beratku balik ke berat sebelum hamil dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Saat ke Saudi beratku dalam 3 bulan hampir sama dengan saat hamil 7 bulan. Ceritanya ada di posting lama yang ini. Akhirnya balik ke produk Her**L*** plus disiplin dan olahraga renang di compound. Alhamdulillaah bisa turun 4 kg. Jadi aku hamil anak kedua dengan berat Saudi wheew.

kinda miss this place

Untungnya sekarang beratku bisa balik lagi. Normal lagi, dari BMI 18.9 ke 22, terus 20. Sekarang balik di kisaran 19 lagi. Walaupun begitu tetap saja my diet is changed. Sekarang aku jarang banget bikin makanan yang digoreng apalagi deep fried. Apa-apa semua baked. Untungnya crispy chicken dan fish nugget bisa tetap crispy walau dimasak di oven. Pemakaian minyak goreng pun berkurang. Anak-anak juga jadinya jarang makan yang deep fried lagi. Dan terasa banget kalau makan goreng-gorengan, jadinya begah. Padahal dulu can't live without gorengan. Sekarang pun kalaupun makan yah sedikit sampe moderat aja porsinya.

Resepnya ada di postingan ini
 Yang ga bisa lepas sayangnya adalah sweet stuffs seperti cake and ice cream. Duuh, susahnya. Akhirnya untuk mengurangi guilty feeling, coklat yang kupakai selalu yang dark. Terkadang pakai tepung yang brown flour, susu pun yang lowfat. Habis itu jalan deh ngeliat bebek (lhooo?!). Yah sekarang musim angin dan hujan jadi jarang liat bebek di pond dekat rumah. At least, bergeraknya pas jemput anak-anak di sekolah naik sepeda. Lumayan juga, sepedaan 15 menit kalau santai, dan 10 menit saat harus ngebut. Belum lagi pas pulang, nggoncengin si princess di bagian belakang. Gonna miss that in the winter :(

The princess throne on the bike

Intinya, sekarang my diet includes less fried food, more fruits n veggies, less red meat, more movement (bukan cuma olahraga), less white rice, more lowfat dairy products. Terkadang minum produknya Her**L*** juga sih, terutama kalau berasa begah. Atau kalau lagi malas ga sempet sarapan, paling minum shakenya dan kalau pas jam 10an laper lagi, baru deh makan pisang atau roti. Yup, bagiku yang penting perut terisi sebelum jam 9 pagi. Kalau kelewat jam segitu jadi berat rasanya perut. Makanya membaca selintas tentang OCDnya Dedy Corbuzier di blog orang, aku langsung tahu, this won't work FOR ME.

Tapi yang penting sih disiplin dan tidak berlebihan. Pernah temanku karena tau aku separo jual produknya (maksudnya aku makai, tapi kalau ada yang mau aku jualin juga :p), mau aku jadi konsultannya, padahal aku ga ngikut trainingnya. Yang pertama aku tanya, mau disiplin ga? Mau aku atur ga? Kalau ga mau dari dalam diri sendiri yang disiplin, mau dapet konsultan beneran pun yang udah jago dan mau minum produk manapun, kemungkinan berhasil pasti kecil. Malah takutnya yang ada kena efek samping, ke ginjal lah ke lambung. Hal-hal yang sering dikeluhkan orang yang pakai produk ini. Padahal kalo dilihat, ginjal tuh apa? Pembuangan kan. Banyakin dong minum air putih. Di buku petunjuk juga udah disebut, banyak minum air putih minimal 2 liter, ya kerjain dooong. Bukannya salah ngerjain lalu nyalahin produknya. Sama seperti yang Deddy Corbuzier bilang kemarin di HitamPutih. Banyak orang ngeluh sakit setelah OCD tetapi taunya mereka baca manual gratisnya engga, beli bukunya ga mau. Cuma asal kata orang aja ngerjainnya. Ya gimana ga sakit?? Deddynya aku lihat sehat aja, walaupun terlihat jauh lebih kurus dari yang dulu.

Walau begitu jangan sangka aku disiplin abis yaaa jaga badan. Bagiku yang badannya udah melar selayaknya badan emak-emak ini, biar endut yang penting BMI dan waist line masih normal, itu mottoku.

My favorit mix :p (credit)

Jadi intinya sih pengendalian diri ;p. Plus kata bu dokter, pengendalian nafsu, apalagi kalau ngeliat basket kayak di atas hehehe...Dan badan ga berasa berat dan begah, sehingga moga-moga penyakit pun menjauh dan bisa langsung langsing. Aamiiin...

2 comments:

  1. Alhamdulilah berat badanku setelah kmrn sempat turun 3 kg sekarang sudah bisa naik lagi ^^

    Selagi masih muda nikmatin aja dulu ya *gak usah mikirin timbangan* hehhe

    Salam kenal Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, abis sakit mak? Iya kalo masih di bawah 30 sih, nikmati hidup. Timbangan umpetin dulu. Asal jangan lupa olahraga hehehe... Makasih ya visitnya :)

      Delete