October 28, 2013

Resep Yellow Lentil Soup

Ga kalah rasa sama supnya Meram Rest. yang yummy - resep di bawah


Kebanyakan resto halal di Belanda adalah restoran masakan Turki atau Maroko. Kalau resto Indonesia malah mostly ga halal, kalau mau cari yang halal biasanya terkonsentrasi di daerah tertentu. Caranya tau suatu resto menyajikan makanan halal atau beneran halal adalah ngecek di kulkasnya. Kalau dia menjual mi-ras (minuman keras), yah perlu diragukan lambang halal yang dipasang di kaca depan restonya.

Dari resto-resto inilah aku mengenal yang namanya Yellow Lentil Soup. Kenapa aku tambahin yellow? Karena lentil, biji-bijian (sereal) kaya protein ini mempunyai berbagai varietas warna, terutama kuning, merah dan hitam. Yang biasa aku temui di resto Turki/Maroko adalah yang warna kuning/orange. Lentil biasanya ditemui di bagian kacang-kacangan di supermarket (grains/cereals). Bentuknya seperti di foto di bawah ini. Jangan lupa klik bagian creditnya untuk membaca mengenai manfaat lentil.

credit: 7 health benefits of Lentils





Sup yang creamy ini sudah cukup kental tanpa perlu cream, tapi kadang tetap aja aku tambahin cream hehehe...Dan sekarang aku senang sekali, my little man mau makan sup ini. Padahal dulu waktu di Jeddah, aku juga suka bikin walau ga sering, karena males bersihin seledri yang kotor dan kadang banyak hamanya hiiiiiii. Sekarang malah dapat seledri yang organik dengan mudahnya. Memang susah mencari makanan halal disini, tapi untuk dapat sayur n buah segar bahkan organik, malah lebih mudah.

Yuk dicoba lentil supnya...


YELLOW LENTIL SOUP

Bahan

1 cup (kurleb 200-250gr) biji lentil kuning/orange
4 batang wortel besar, kupas, cincang kasar dengan chopper/food processor
2 batang besar seledri (bukan daun seledri yang kecil ya), cincang kasar dengan chopper/food processor
1/2 biji bawang bombay medium atau besar, cincang halus
3-5 butir bawang putih, haluskan
1-2 sdt parutan kulit lemon
perasan 1/2 buah lemon (kira-kira 50-75ml)
gula, garam, lada hitam halus
3 sdm minyak zaitun (olive oil)
2 sdm minyak goreng (biasanya sunflower oil)
1.000-1200 cc air matang
potongan daun seledri dari batang yang telah dipakai di atas, cincang halus
5-10 lembar/batang tipis peterseli, cincang halus
2 sdm cream padat (optional)

Yang dipakai untuk dapat kaldu batang yang sebelah kanan (credit)


Cara membuat

1. Cuci lentil 1-2x bilas. Rendam dengan 200 ml air matang dan sisihkan
2. Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombay sampai sedikit layu, masukkan bawang putih, tumis sampai harum dengan api sedang.
3. Masukkan potonga wortel dan seledri. Tumis sampai layu, masukkan parutan kulit lemon, gula, garam, lada hitam aduk rata. Kecilkan api, tutup dan diamkan sejenak sampai keluar kaldunya.
4. Masukkan sisa air, aduk rata, besarkan api ke api sedang, diamkan sampai air mendidih
5. Masukkan lentil bersama air rendamannya dan perasan lemon, aduk rata, kecilkan api, diamkan sampai empuk kira-kira 5-8 menit
6. Dengan memakai hand blender, mix sampai halus sup di atas api kecil (atau kalau mau tidak kepanasan, angkat panci dari atas api). Cara ini akan membuat sup agak kental/creamy
7.  Masukkan potongan daun seledri dan peterseli, diamkan kira-kira 3-5 menit sampai batang daun melayu. Kemudian blender kembali supnya
8. Masukkan olive oil, aduk rata lalu diamkan sejenak. Bila memilih menambahkan cream, masukkan di tahap ini setelah olive oil.
9. Angkat dari api, sajikan dengan perasan lemon dan peterseli sebagai garnish

5 comments:

  1. Baru nyambung Mak, maksudnya mi-ras itu minuman keras ya he he. Sayang ya kalau resto Indo justru meragukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iyaa mak.. Ta edit deh. Iya, soalnya kan bisa aja yag dijual bukan daging halal dan ada juga masakan Bali namanya b***i ketjap (kecap) ngetop disini. Makasih dah mampir :)

      Delete
  2. mak suami kalo tugas disana suka pasrah, katanya resto turki jg kdg ada b2nya huhuhu, pulang kantor dah sore ketemu resto ya belinya ikan, wis ga tau pake miras atau ga, ga ada pilihan soalnya huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ngomong2 lentil kan sama ama dhal yg dimasakan india kan ya, kalo yg kecil2 sepertinya yg green kl ga salah lebih enak buat sup walau ga di blender, tapi yg warna oranye itu berasa kasar kek makan kedelai di tempe hihihi

      Delete
    2. hehehe iya beneer, kadang resto turki di Eropa juga kebabnya b2. Makanya ga semua resto kebab masang tanda halal di jendelanya. Aman cari falefel2 atau resto vegetarian sih.

      Ga tau mak, bahasa Indianya apa. Di belanda sendiri namanya Linzen. Iya emang kasar tuh yg orange, makanya diblender, biar halus kayak di restoran. Juga buat ngumpetin seledri dan yg ijo2nya. Kalau anak susah makan, emaknya harus licik wkwkwk...

      Delete