December 7, 2013

Kembali Menjadi Musuh dalam Sekam

The World Cup 2014 in Brazil starts now!

Yap, penyelenggaraan eventnya sendiri sih baru akan dimulai Juni 2014, tapi gegap gempitanya sudah dimulai sekarang, tepatnya semalam saat undian Grup diadakan.

Grouping WC 2014 (foto cropped from FIFA)
Bisa bernapas sedikit lega saat tahu kalau Jerman tidak akan berhadapan dengan Belanda di babak-babak awal. Ternyata sebagai penggemar bola ada repotnya juga tinggal di negara bola. Kenapa? Karena si bola mania ini tinggal di negara yang salah!!!

Saya penggemar bola sejak masih kanak-kanak, gara-gara si Papi (alm) membolehkan si anak TK nonton Piala Dunia 1982 di televisi. Saya yang masih piyik masih belum ngerti sebenarnya permainan apa itu. Tapi seru juga nontonnya terutama nonton featuresnya yang cuma capture goal moments aja. Lagipula dulu kan WC1982 digelar malam hari waktu Indonesia. Jadi kalau siang ya adanya cuma itu. Barulah pada tahun 1986, saya bisa menonton lebih banyak pertandingan selama berhari-hari kompetisi bola terbesar di dunia ini.

Senang rasanya melihat Gary Lineker, Pierre Litbarski dan Lothar Matthaus menggocek bola. Dan dendam kesumat saya sama Maradona dan Argentina dimulai di tahun tersebut. Dia mengalahkan Gary Lineker dan Peter Shilton di semifinal dengan Gol Tangan Setannya! Emossih! Sebab tahun itu saya benar-benar ngefans berat sama Gary Lineker, eh maksudnya England. The enemy of my enemy is my friend berlaku di babak final. Saya pun menjagokan Jerman (Barat) yang sayangnya kalah juga sama si oom Maradona dan pasukan biru langitnya. Ternyata benih-benih cinta mulai bersemi di hati...

Bola Coklatnya jadi Oranje (WC2010)

Bagi seorang yang baru belajar mengenal permainan bola, saya senang melihat permainan teoritikal dan strict ala Jerman. Disiplin dan taktikal. Walaupun sekarang saya perhatikan sudah lebih kreatif, tapi disiplin ala tentara masih kental terlihat di pasukan yang dikenal dengan nama Die Mannschaft ini. Itulah yang membuat saya jatuh cinta dengan permainan tim panser. Namanya juga masih anak kecil baru belajar mengenal satu permainan. Yah cari yang simpel dan mudah dimengerti doong.

Memfavoritkan 1 tim bukan berarti membenci tim lain. Sayangnya tidak demikian adanya. Selain Argentina, timbul satu dendam kesumat yang tidak bisa terkubur sampai sekarang kepada satu tim lain, tim Oranje alias Belanda. Kejadian dimulai pada tahun 1988 dimana terjadi Perang Piala Eropa. Banyak fans bola tentu masih ingat kejadian pertengkaran antara Frank Rijkard dan Rudi Voeller yang berakhir dengan diusirnya mereka berdua (**RALAT: Kejadian pengusiran Rijkard n Voeller terjadi di WorldCup 1990, bukan di Piala Eropa. Walaupun, sebelnya saya ya ke Belanda mulainya di Piala Eropa itu).  Lebih lagi, tahun itu menjadi tahunnya si Singa Oranje. Yap, Belanda meraih gelar juara Eropa mengalahkan Jerman Barat. Patah hati? Sudah pasti.

"Huh udah kumpeni, njajah Indonesia ngalahin favorit gue pula"

Apa hubungannya cobaa...Tapi yah semenjak itu pertarungan kedua tim itu amat saya tunggu dengan jantung berdebar dari tiupan peluit pertama sampai terakhir. Lucunya kedua tim tersebut kalau bertemu, mulai dari tahun 1974 selalu berakhir dengan kedudukan 2-1, siapapun pemenangnya. Tahun 1990 menjadi tahun keemasan dan kepuasan batin yang tak terhingga karena JerBar bisa balas dendam ke Belanda dan menjadi juara dunia mengalahkan Argentina di Final. YESSS, Deutschland uber alles !!!!

West Germany won the World Cup (taken from google image)

Walaupun media massa di Indonesia sering menggembar-gemborkan tanding seru adalah England vs Germany sebagai pengejawantahan Perang Dunia II masa kini, tetapi bagi saya tetap musuh bebuyutan Jerman adalah Belanda. Ternyata setelah saya berada di Belanda, persepsi saya dikonfirmasi bahwa sebenarnya yang musuh bebuyutan adalah Jerman dengan Belanda.

Mulai dari perang dingin antara orang Belanda dan Jerman, lalu seringnya mobil berplat Jerman saat datang ke Belanda diincar pencuri dan dikerjain orang dibanding mobil plat Eropa lainnya, sampai keberpihakan orang Belanda yang rata-rata penggemar bola kepada lawan tanding tim Jerman. Masih lekat di ingatan saya ketika saya terpaku tak percaya Jerman dikalahkan Rep. Ceko di Euro 2004, di luar sana para tetangga terdengar berseru kegirangan seperti Belanda yang menang tanding saja. Hubby saya pun sumringah namun tidak berani berkomentar apapun saat itu. Mereka tidak tahu betapa heartbroken-nya hati sayaaah...hiiiks...


 Rumah-rumah di Belanda di hias saat ajang bola (ini waktu WorldCup 2010)

Padahal menurut sejarah Willem van Oranje, pendiri kerajaan Belanda berasal dari Jerman. Mungkin ini sebabnya mereka terlibat perang dingin sampai sekarang plus kenyataan bahwa saat Perang Dunia II, Jerman pernah menduduki sebagian Belanda dimulai dengan dihancurkannya kota Rotterdam.

Menurut seorang teman dari Jerman, mereka dan orang Belanda bagaikan kakak beradik yang berusaha terlihat manis di atas meja tetapi di bawah, kaki mereka saling menendang. Menurut seorang teman berdarah Jerman-Belanda, ia sangat menjaga agar jangan sampai banyak orang tahu kalau ia keturunan Jerman, plus wanti-wanti jangan sampai orang tahu saya penggemar tim Panser. "Many people don't like the Germans" begitu katanya. Aiih segitunya. Mungkin tidak jauh beda dengan hubungan bertetangga Indonesia dengan Malaysia yaa?


Fans in Amsterdam (WC2010)
Dengan keadaan seperti ini, amatlah susah bagi saya untuk berteriak penuh semangat nantinya untuk mendukung tim kesayangan saya di Brazil tahun depan. Apakah sebaiknya ngungsi aja ya ke Indonesia, biar seru nontonnya. Masing-masing orang di Indonesia punya tim negara kesayangan di World Cup, tapi tentu yang tidak mereka bela dengan segenap kecintaan pada tanah airnya. Di rumah saya saja dulu ada 3-4 kubu. Waktu Papi masih ada, ia membela Belanda, saya Jerman, adik kedua England, adik bungsu Itali. Sekarang si bungsu pindah jadi penggemar Belanda. Nah, seru kan. Kalau ada yang kalah, paling ga sampai rusak-rusakan. Tapi kalau menang tidak sampai traktir-traktiran ehehehe...

Pernah loh, saya dan suami naik tram digratisin sama kondektur yang lagi girang gara-gara terdengar di radio, Ajax Amsterdam menang suatu pertandingan. Kurang tau juga pertandingan apa. Yaah, kita sih seneng-seneng ajaa bisa naik tram gratis.

Strategiku tahun depan, bila Jerman atau Belanda bertanding, tutup semua jendela dan pintu, jadi tetangga ga akan mendengar reaksiku di depan TV. Persis seperti padi masih dalam selimutnya. Yah kembali lagi menjadi musuh dalam sekam. Susah deeh...

     
My favorite player of all time, Jurgen Klinsmann, now (2013 WCdrawing) and then (1990)
(pictures from FIFA.com and google image)

8 comments:

  1. Waaah. Mantabh. Penggemar bola banget ya. Saya juga suka Jerman. Meskipun gak ngerti bola. Hihihi. Pernah bete banget ama Belanda karena apa yaaa. Lupa. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iyaaah... Kalau ga ngerti bola, nonton Jerman main aja. Pasti langsung ngerti deh :p

      Delete
  2. Jerman punya staying power yang luar biasa. Selain bodynya yang besar-besar kayak raksasa, semangat pantang nyerahnya keren sangat. Mesin Diesel banget, makin lama makin panas. Selain power, mereka tampil atraktif banget. Suka deh pas liat mereka maen di semifinal 2006 kemaren, meski kalah tapi tulus mempersembahkan yang terbaik. Salam sesama bola mania :) kapan yaaa saya kesampaian nonton Piala Dunia? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget soal staying power dan mesin dieselnya. Pokoknya it ain't over till the fat lady sings, eh till the ref blow the final whistle.. Saya juga ga kesampean nonton WC2006, gara2 keburu diboyong hubby ke Jeddah hiks pada tahun yg sama di bulan Juni...NYESEEK :(

      Delete
    2. Wah, bentrokkan ya, mak? Nah sebagai gantinya minta ke Brazil aja taun depan *mendadak jualan kompor sama kipas*. Asiiik, kita bahas bola sering-sering, ya mak:D

      Delete
    3. hihihi kejauhan maak. Kl thn 2006 dulu kan saya masih di Belanda, tinggal naek mobil sampe deh Jerman. Sip, in syaa Allaah :)

      Delete
  3. Bekh...
    besok2 kudu nobar nih mbak
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...emang nobar itu seru ya.. makasih udah mampir :)

      Delete