Skip to main content

Posts

What a HECTIC Day for A Seller

Image by Khalif - Flickr Huft capek juga ni hari. Tadi pagi ketahuan akhirnya si mami n si bungsu bakalan nyampe sini insya Allah jam 9 pagi. Whaaa....bukan sore apalagi malem. Beberes lah daku. Padahal kalau besok malam, rumahku pasti udah dirapiin sama si mbak2 Filipina. Yah kedatangan si mami buat umroh memang benar-benar mendadak. Dua minggu lalu dapat kabar dari teman, bahwa kita bisa datangin orangtua pakai visa umroh. Langsung saja saya hubungi travelnya. Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 2 minggu, visa sudah keluar yaitu Jumat kemarin.  Sibuk dah aku  mempersiapkan promo pack buat jualan Swatchku. Kesempatan banget dong. Tadinya juga mau buka jualan Ikea, tapi ini aja mau buka PO Swatch repot banget. Ikea nanti aja deh kalau mudik.

Parno Hujan Endemik di Jeddah

 Weather forecast: Jeddah kemungkinan hujan 50%. Kalau di Jakarta atau di Belanda mungkin orang hanya siap-siap bawa payung dan melanjutkan kegiatannya seperti biasa. Tapi tidak di Jeddah. Saat kemungkinan hujan baru 50%, orang sudah was-was. Saat hujan turun rintik-rintik di satu distrik, orang mulai panik. Dan kepanikan itu diikuti dengan dipulangkannya anak-anak dari sekolah. Dan saat hujan merata ke seluruh Jeddah, semua orang kantoran pun ikut pulang. Sampai segitunya??? Ya begitulah gambaran keadaan tahun ini di Jeddah saat musim dingin. Orang paranoid hujan berjamaah, alias endemik. Padahal dulu, yaitu sampai sekitar 3 tahun yang lalu, di Jeddah, hujan hanya turun 2 kali, SETAHUN. Jadi kalau sudah hujan sehari bulan Februari, yah tinggal sehari lagi, biasanya November atau Desember. Kenapa sih bisa parno banget sama hujan? Berawal dari kejadian di tahun 2010 yang terjadi hujan deras beberapa hari lalu terjadi banjir. Parah loh nih, sampai ratusan orang tewas. ...

Jangan Pelit Bagi-bagi Doa

Image: Simon Howden / FreeDigitalPhotos.net Sebelum bobo mau posting ini dulu ah, dari notes lama di FB. Orang Indonesia memang senangnya menyingkat sesuatu. Misal nama panggilanku saja yang sudah pendek, masih dipanggil Vic, atau Ka. Mendingan kan panggil Vica :p Nah, yang paling sering kan di sms, di BB, di surat, kebanyakan muslim Indonesia suka menyingkat tulisan Assalamualaikum menjadi cuma Ass doang. Padahal tau kan artinya ass apa? Iya bener, keledai (hehehe yang satu lagi juga bener). Padahal assalamu'alaikum sendiri merupakan suatu doa dari seorang saudara muslim ke muslim yang lain. Cuma dengan bilang assalamu'alaikum, dapat 1 pahala, tambah warrahmatullah dapat 2 kebaikan/pahala, lengkap pakai wabarakatuh 3 pahala. Cuma memberi dan menjawab salam aja udah dapat 3 pahala.

To Buy or Not To Buy - And that's the Question, Girl!

Gatel juga rasanya pengen nulis kalimat di atas sebagai status FBku. Tapi terus terang malu juga nulis di tempat yang banyak orang lalu lalang bisa melihat. Pasti akan pada bertanya-tanya, apa sih yang mau dibeli. Atau malah tambah komporin, beli ajaaa, tanpa tahu apa yang mau dibeli. Mendingan duduk disini mojok sambil thinking out loud tentang kalimat di atas. Gezellig . Sebenernya pengen banget nih beli new bag, mumpung musim sale gini. Alhamdulillah setelah beberapa tahun kerja di Saudi, akhirnya kesampaian juga suamiku mbeliin salah satu old dreamku, branded handbags.  What was I thinking? Cuma soal seperti ini aja kok bikin bingung. Ya terang laah. Sudah hukum ekonomi dong, kalau resource terbatas, harus pandai mengatur pemakaiannya supaya ga perlu ngambilin resource yang bukan miliknya. Naudzubillah...

Tak Selera Makan Sambal, Bukan Salah Bunda Mengandung

Ground Beef Wellington with Grilled Veggies Benar bukan salah mamiku mengandung, tapi salah dia jago masak. Sejak dulu mamiku yang pernah jadi chef di hotel bintang lima ini memang jago masak. Kalau tidak ya tidak jadi profesi dong. Alhamdulillah semua section yang pernah ia pegang selalu sukses. Dari spesialisasinya di section masakan Indonesia, ke section kafetaria yang menyediakan berbagai macam makanan, juga dari belajar masakan China, Jepang dan barat.

Satu Hari, Satu Tulisan

Image: Simon Howden / FreeDigitalPhotos.net Habis kemarin baca-baca di blognya Emy Agustia , tertarik dengan tekadnya untuk buat satu hari at least satu tulisan. Walaupun belum sempet nanya si empunya ide, menurutku idenya bagus banget. Buat aku yang udah jarang nulis ini terutama. Jadi keinget masa kecil, di ujung lulusan SD dan pertama kali masuk SMP, dimana tulis menulis berarti menumpahkan segala jenis khayalan ke dalam kertas. Pas waktu SD dan SMP isinya yah biasa deh, cerita-cerita "gila" yang berkhayal abiiis. Tokoh-tokohnya yah biasanya teman-teman dekatku dan para pemain bola or film yang ganteng2 hihihi... Hadoooh. Ga jauh deh, ABG. Dan ceritanya tidak jauh dari buku-buku yang sering kami baca di masa itu. Lima Sekawan, Mallory Towers, si Badung, dan lain sebagainya. Brit Invasion memang sudah ada sejak jaman dulu. Makanya aku pernah bilang, Harry Potter adalah versi dark dan versi sekolah magicnya Mallory Towers hahahah...

The Travelling Company

Image: Ambro / FreeDigitalPhotos.net Queuing at the Immigration Checkpoint in Frankfurt International Airport, I saw an Arabian lady in simple white business dress. That is a long pencil skirt and jacket. She stood just in front of us and behind an Arabian family of 4. When the family came forward to the immigration counter, she also stepped forward, but took a little distance with the family, yet already crossed over the queuing line. From there I already had my thought. "So typical! Guess she doesn't know how to queue." Then when the family moved on, she came to the counter. The officer was so friendly for a German standard. I heard him greeted everyone coming to and going from his window. "Hello, Ahlan wasahlan", "Bye, Enjoy your visit", with his loud and friendly voice. And of course I could hear him talked to the lady without the intention of eavesdropping. So, I didn't hear all of their short conversation, especially the lady'...