Skip to main content

Posts

Hot Pizza Margherita dalam Sekejap

Pizza Topping Combo Setelah dapat resep roti buat pizza ini dari allrecipes.com, ga pernah pindah ke resep lain. Udah cara buatnya gampang en cepet, hasilnya pun enak dan empuk. Jadi kalo mau cari pizza yang thin n crispy bukan pake yang ini ya. Selain itu, resepnya akhirnya aku jadikan basic buat berbagai macam   roti dengan di modifikasi. Sebenernya untuk saus bisa apa saja, terserah anda ;). Tapi masak kasih resep pizza separo-separo. Jadi sekalian aja ya, pake saus Margherita, karena anak2 cuma suka yang ini. Oya, katanya sebenernya pizza Margherita itu isinya basil, bukan oregano. Tapi kok rasanya tanpa oregano kok kurang nendang, jadi namanya margherita mutan niih hehehe. Nah, Rika, utang gue untuk share resep roti pizza lunas yaaa... RESEP PIZZA MARGHERITA PIZZA DOUGH Bahan: 2 sendok teh (1 sachet) dry active yeast (ragi kering aktif) 1 sendok teh gula pasir 240 ml air hangat  2 sendok makan extra virgin olive oil (kalau tidak ada, bisa pakai ...

Vienna : Day at The Museum(s)

Sudah dapat ngintip kota Vienna, pengen banget dong jalan-jalan di dalamnya. Seperti layaknya menemui kota baru, aku menjelajah seluruh pelosok, nyasar di gang buntu gara-gara salah baca peta,  iseng masuk ke gedung-gedung tua tak bernama en teklok naek-naek ke menaranya dan tiba-ttiba nemuin lift saat sudah sampai bawah lagi. Eeh, salah cerita. Itu mah dulu yaaa... Dulu! Back to reality, I'm now with 2 krucils, without any stroller and the 'toddler' who owns it, is a bit too heavy to be carried. Set aside keinginan untuk jadi Dora the Explorer, karena energi dan waktu sudah berkurang banyak untuk hal seperti itu. So supaya anak senang, emak tenang, mereka ini harus di bribe dulu. Huffft! Jadi semalam dan saat breakfast, aku mulai mencekoki si mas, tentang museum anak-anak dan dinosaurus. Mereka ini belum pernah sama sekali ke museum. Jadi aku agak khawatir juga kalo diajak ke museum mereka akan menolak. Tapi di Vienna ada Kindermuseum, jadi I really need to try ...

And in between posts...these things happened

Malu juga ya, liat blog hampir sebulan ga ada isinya. Sebenernya draft udah ada buat nerusin tulisan Vienna, eeh, pas lagi asyik-asyiknya nulis tiba-tiba pengen masukin suatu foto memorabilia, which is Vienna Card. Ternyata itu kartu, pas dicari ga ada. Kebiasaan kan, pas lagi ga nyari, nongkrong dia di kamar. Seharusnya kalau lagi asyik nulis, ya terusin aja dulu. Soal foto pemanis ya belakangan aja. Anyway, in between posts akhirnya sebulan yang lalu, aku memberanikan diri untuk membuka online shop sendiri. Lah emang selama ini??? Iya ni. Selama ini, karena mikirnya bawa barang hand carry, jadi ya cuma bisa setahun sekali mudik bawa barang. Karena itu aku titipin barang jualan ke onlineshopnya sepupuku. hehehe.. Ganggu aja ga siih.  Ngegabungin fotonya cupu banget yaak Kalau untuk jam Swatch bisa lah nitip-nitip orang umroh. Tapi kalau barang IKEA en hasil hunting sale, mending bawa sendiri kan. Masak nitip? Akhirnya bismillaah aja aku buka toko. Moga-moga kiriman p...

Vienna in a Glance

Alhamdulillaah, akhirnya sampai juga ke Vienna. Dari dulu emang pengennya sih kesana. Tapi belum ada kesempatan (dan dana terbatas ala mahasiswa), akhirnya cuma sampai Salzburg aja jalan-jalan di Austrianya. Ternyata Vienna cantik beneer. There were sooo much to see and we only spared 3 days (2 days effectively). Tapi paling tidak sudah tau Vienna seperti apa. Jadi moga-moga diberi kesempatan lagi kesana pas anak-anak udah bisa diem. Soalnya emaknya pengeeen banget liat n ndengerin childhood dream concertnya, yaitu Vienna Boy's Choir dan Philharmonic Orchestra yang ngetop karena keren banget itu. (Inget musics dari VPO jadi keinget papi alm. :(( ) Perjalanan kami dimulai dari Heidelberg, sebuah kota kecil yang cantik di Baden Wurtemberg, Jerman, dengan menyewa mobil. Sebenarnya suami maunya sewa BMW, walaupun cuma seri 1 kan BMW gitu. Harganya pun tidak terlalu mahal karena sudah termasuk GPS. Eh ternyata karena penyewaan Hertz di Heidelberg ini kecil, ga dapetlah kita ...

Kapan lagi bisa Idul Adha di Madinah

Sudah enam tahun lamanya kami berdomisili di Jeddah, Saudi Arabia. Namun, baru dua kali termasuk tahun ini, kami menyempatkan diri untuk sholat Iedul Adha di Masjid Nabawi di Madinah. Kesempatan untuk sholat Iedul Adha di Masjid Nabawi hanya didapat oleh penduduk lokal termasuk pekerja asing yang bermukim di Saudi. Hal ini tentunya disebabkan karena pada musim haji, tidak boleh ada pendatang dari luar negeri yang bisa masuk kecuali dengan visa haji. Sementara karena tujuan para tamu Allah dari luar Saudi adalah berhaji, tentunya, sejak selambatnya tanggal 8 Dzulhijjah sore, mereka sudah pergi meninggalkan Madinah menuju daerah Mekkah untuk wukuf di Arafah keesokan harinya. Maka, antara tanggal 9-12 Dzulhijjah, boleh dibilang, daerah Madinah akan sepi dari pengunjung luar Saudi. Inilah saatnya kami merasakan sholat Iedul Adha. Kami berangkat menuju Madinah dari Jeddah sejak pagi sebelum waktu dzuhur dengan rencana mendapatkan waktu sholat ashar berjamaah. Namun, tentunya ...

Moist Choco Muffin

Fresh from the oven Alhamdulillaah, chocolate muffinnya berhasil lagi. Tapi belum pernah kan posting resepnya ya. Sebenernya seperti biasa ini resep diambil dari website favorite, Allrecipes , tapi dimodifikasi sendiri. Juga ada beberapa modifikasi kalo misalnya barangnya ga ada. Semalem, suami ga tau dimana tempat sour cream, jadi dia ga beliin. Terpaksa deh ngukus apel. Dan untung masih ada sisa whipping cream, jadi lumayan buat nambahin. Kata yang makan sih, moist banget, soft dan juga ngembang. Tapi kan yang penting gampang toh :). Chocolate Muffin (makes +/- 12 muffins) Bahan : 150 gram tepung roti serbaguna (all purpose) 150 gram gula pasir putih 35 gram baking cocoa (dutch cocoa atau natural unsweetened), ayak atau haluskan 1/2 sdk teh baking soda 1/4 sdk teh baking powder 1/4 sdk teh garam 1 sdk teh vanilla 1 1/2 telor besar* atau 2 telor kecil 115 gram sour cream  **(pengganti lihat di bawah) 60 ml air 60 ml susu cair 60 ml minyak sayur (minyak gore...

Belajar Baking Yeasty Product

Udah lama juga yah ada beberapa tulisan manteng di draft belum diterus-terusin. Kebanyakan ide malah ga sempet alias males. Kebetulan sepulang dari Jakarta, which is actually more than a month ago (tsk..), lagi pengen punya challenge baru in baking, bikin produk beragi alias yeasty product. Yang cinnamon roll lah, dinner roll juga, plus roti boy pula. Juga martabak manis. Terakhir bikin pizza sebagai pengganti dinner roll yang gagal mulu. Nah cinnamon roll sampe 3-4 resep dicoba. Kenapa cinnamon roll? Karena waktu kemarin nginep di rumah teman di Rotterdam, kita disuguhin cinnaroll enak. En she made it herself. Pagi-pagi bangun dengan mencium aroma kayu manis  di seluruh rumah, wah kok lekker ya? Terus dia kasih resep dari suatu website. Katanya gampang. Eh, pas kemaren aku coba, lah kok gagal? Padahal semua instruksi udah dikerjain. Bentuk en rasa oke. Tapi aku rasa, kucing juga bakalan mati ditimpuk ni roti. Kerasnya, astaghfirullah. Fresh from the trial oven: Cinnaroll, ro...