Skip to main content

Posts

Curhatan Penjual Online

  Waktu berlalu demikian cepat. Tak sangka udah berganti 2-3 bulan, blog yang tadinya mau rajin diisi, kembali terlantar. Kemane ajeee...(kayak ada yang nyari aja) Heehehe... Keasyikan bermain instagram yang ta harus menyusun kata. Kan kata lagu 'IF', a picture paints a thousand words. Excuses excuses... Nah karena sudah banyak gambar, berarti bisa bikin thousand words dong ya.... In syaa Allaah bisa kalau rajinnya timbul. Apalagi sekarang lapak lagi sepi. Katanya sih daya beli menurun dibarengi pula dengan makin perkasanya kurs asing. Nah, saya kan modalnya euro. Jadi pas orang tanya harga lalu dikomen, udah diskon mba? Kok mahal? Jawab saya hanya, " Yang diskon barangnya aja mba, kursnya ga ikutan." Belum lagi bea cukai sekarang semakin ketat. Lah bayar cukai mba? Ya bayar laah. Mau saya kasih lihat resinya? Banyak orang mengira online seller ga bayar cukai, jadi bisa murah. Dan beberapa kali saya kena over charge. Duuh, pusing ga sih. Yah bukan git...

3 in 1 Keto Recipe: Crepe en Waffle

Mari kita sambung resep 3 in 1 yang kemarin sudah saya post di sini . Setelah pancake berhasil, saya bereksperimen beberapa kali untuk membuat si resep jadi crepe yang banyak. Pernah coba pake physilium husk, jadi banyak tapi gendut, kayak untuk pancake belanda. Padahal crepe kan pancake langsing, wong dari Prancis. Paling pas sih tinggal nambahin air aja, dari 1 SDM jadi 3 sdm, lumayan kan encer. Tapi tetep kurang banyak dan ancur. Akhirnya balik ke resep klasik deh, di balik 1 telor terdapat 4 crepe. Walau ternyata untuk almond flour takarannya jadi beda. Nah, sekarang untuk crepe yang ga sekedar telor dan santan aja alias kulit dadar, jadilah ini. CREPE CREAM CHEESE 15 lembar crepes, per sajian: 3 lembar Kalori: 176, Lemak: 14,9 gr, Protein: 8,1 gr, Karbo: 1.9 gr *Perhitungan tepat Kalori dan makro tergantung dari bahan yang dipakai. Saya memakai myfitnesspal untuk melakukan perhitungan. Kalori hanya berasal dari crepe, tidak termasuk isinya (tergantung selera) Bahan...

Resep Keto 3 in 1 - Pancake, The Mother ReCipee

Yang demen science fiction ngeh ga ya sama plesetan garing judul di atas? Mother reShIPee :p. Lanjut.... Memang saat mengikuti Keto diet kalau ini, gampang aja sih kalau mau gampang sarapan. Cuma tinggal nyeplok atau ndadar telor 2 biji, pake minyak kelapa atau butter, tambahin keju, jadi deeeh! Ya tapi bosen kaliii telor mulu. Jadi sibuk deh browsing-browsing di internet buat resep sarapan. Kebetulan lagi pengen coba pancake. Maklum seperti yang saya sebut di postingan tentang pilihan saya berketo ini, kiblatnya kebanyakan ke western, alias US or Europe. Jadi baca banyak tentang makan pancake pakai sirup low carb. slurrp... Beberapa resep dari yang blogger keto ngetop sampe yang jarang denger (alias jarang jadi reference) disambangi. Kebanyakan pakai whey protein powder. Saya takut lah beli whey protein powder. Takut sama harganya dan juga takut ga halal. Kok ga halal? Kan dari susu? Soalnya seperti juga keju, whey powder dibuat dari susu yang dikentalkan (disaring) deng...

My Keto Story : Saat Diet menjadi Lifestyle

Riiibs yummy riibs.... Dua tahunan lalu saat temanku di WA grup kuliah mempromosikan diet ketonya, terus terang yang meragukan duluan adalah 'sweet tooth' ku. Habis dia bilang tidak boleh sama sekali makan kue. Lalu di fesbuk lapakku selama kurang lebih setahunan berseliweran lah itu keto. Mulai dari status terang-terangan lagi diet, status 'ngumpet-ngumpet' cerita soal 'mantan' alias karbo bangsanya nasi dan mie yang sudah masuk museum, sampai pasang terang-terangan progressnya. Masih belum tertarik. Ah, nanti juga kalau saya olahraga, bisa turun lagi. Atau ah, tinggal atur makan en sepedaan juga sehat. Sampai tiba-tiba, ada yang jualan kue keto maak... Waaks apaan nih? Kok keto bisa makan kue. Browsing lah saya soal diet keto. Uwooh... ternyata di website 'bule' banyak banget resep pengobat rasa kangen terhadap kue-kue, desserts dan kawan-kawan. Mana lebih sehat pula karena tidak memakai refined sugar alias gula olahan. Memang saya sudah lama men...

Star Wars di Museum of the 20th Century

Mejeng dulu depan museum Kalau anak dikasih nama Amidala, udah pasti ortunya fansnya film Star Wars. Saya dan suami memang ga banyak kesamaannya, kecuali suka nonton film bareng, dan kebetulan sama-sama suka Star Wars. Jadi, waktu kemarin ada eksebisi Star Wars berbarengan dengan launching film "The Last Jedi", kami langsung atur waktu untuk berkunjung kesana. Ada 2 eksebisi, pertama di Utrecht. Ternyata tiket masuknya lumayan mahal juga hihihi.. Yah lagi pengetatan ikat pinggang, pass dulu deh. Di tempat satunya, di sebuah museum di kota kecil. Dan karena saya punya kartu langganan museum (Museumkaart), ya, saya pilih ke eksebisi di museum dong. Nama museumnya juga lucu, Museum of the 20th Century. Waduuh, sebagai orang yang lahir dan besar di Abad ke 20, rasanya agak aneh aja. Yang masuk museum kan biasanya barang-barang lama yang udah ga ditemuin lagi di saat kita masih hidup...Kebanyakaan.... Seperti misalnya Van Gogh, Rembrandt, fosil dinosaurus sampai pi...

Cheating Day #30haribercerita

Cream Cheese Pancake with ganache So ironic, new date dimulai dengan cheating day. Ya, setelah mulai dari tanggal 1 November 2017 ikutan diet keto alias rendah karbo tinggi lemak, saya pun menyerah pada godaan itu. Akhirnya setelah dapat turun kembali ke berat badan normal (kelebihan 5.7 kg), bendera putih itu berkibar. Apalagi setelah beberapa waktu lalu si mas makan dengan lahap 7 butir di depan saya. Apa sih yang buat saya terkapar? Kurma ajwa dan olliebollen. Buat penggemar buah seperti saya, ternyata tantangan diet keto terberat bukanlah tidak makan nasi, roti, pasta. Ketiganya dapat tergantikan dengan mudah. Coklat? Sudah sejak lama saya memang lebih suka coklat puur alias dark chocolate, mengingat kandungan anti oksidannya yang tinggi. Cake dan cookies, alhamdulillah buat home baker seperti saya, sudah teratasi dengan penuh rasa antusias. Gula? Hmm, karena banyak garis diabetes di dalam keluarga, tentunya saya mengurangi kadar refined sugar di tiap resep baking ...

Surat Ijin Berenang ala Belanda

ZwemDiploma A sampai C    Alhamdulillaah, si mas sekarang udah boleh berenang sendiri tanpa pengawasan ortu atau orang dewasa di kolam renang. Laah? Bukannya di Jeddah udah bisa berenang sendiri. Eheem, lain padang lain kolam renang :D. Di Belanda, anak-anak yang belum bisa berenang tidak boleh berenang sendiri tanpa adult supervision. Selain itu mereka juga diharuskan memakai ban apung di tangan. Peraturan tertuliskah? Ga tau juga sih, tapi yang pasti saya tahunya karena pernah ditegur poolwatch (bukan baywatch :p) saat kami lagi asyik berenang rekreatif. Waktu itu kami berempat sedang berenang di kolam ombak, lalu karena panggilan alam, terpaksa lah saya pergi dulu ke toilet (ga ada yaa disini pipis di kolam...idiih). Si mas yang sudah bisa berenang pergi sendiri ke perosotan, sementara princess dengan daddynya. Saat saya kembali, suami saya cerita kalau barusan dia ditegur oleh penjaga kolam karena membiarkan si mas sendiri di perosotan. Bila dia belum "bisa" be...