November 29, 2011

My Unforgettable Transport

Semua orang punya sarana transportasi yang dianggap unik. Jadi yang aku mau cerita sekarang adalah pengalamanku naik 3 means of transportation yang ga bisa terlupakan sampai sekarang. Well berikut ini count downnya.




The memorable trip number three adalah naek kereta api choo choo choo, tapi bukan sembarang train. Ini adalah train khusus untuk mobil!

Di dalam train ini, kita harus stay di mobil selama 20 menit perjalanan melintasi terowongan di dalam gunung batu di Switzerland. Ada tiga station car transporter yang ada di kanton yang namanya Valais ini, yaitu Brig, Goppenstein, dan Furka. Valais adalah kanton yang terkenal dengan daerah ski dan pegunungannya yang tinggi dan terjal. Disitulah terletak puncak Mattehorn yang terkenal itu. Nah untuk menuju daerah ini, ada beberapa jalur mobil untuk menuju daerah dekat puncak yang dibuka hanya pas summer, karena kalo pas winter cukup berbahaya karena licin dan terjal. Kami mengambil jalur Goppenstein-Kandesteg, dalam perjalanan dari Zermatt menuju Zurich di winter trip kemarin. Lucu juga nih, mobil mati mesin, tapi tetap jalan. Sayangnya kurang ada pemandangan dari sini karena namanya juga jalan di dalam tunnel. Untuk menuju ke stasiun Goppenstein, kita harus mengemudi di jalur yang terjal dan berliku. Wuiih, cukup sport jantung juga, habis kiri jurang kanan tebing. Untung perut masih kuat ;)



Taken from Vikingline.fi website

The runner up of my memorable transport adalah naik ferry menyebrang dari Helsinki, Finland ke Stockholm, Sweden. Kalau kepikiran ferry di Indonesia, kan yang kecil yah. Okelah kapal tapi medium size. Tapi kalau ferry yang satu ini, buesar banget.  Kayak Titanic (jadi banyak yang lebay ngikut2in gaya Leonardo en Kate di atas dok deh hehee). Emang sih aku sebut ferry, tapi ternyata ini adalah sebuah kapal pesiar jarak pendek. Untuk jarak cukup rancu juga, karena untuk ferry jarak 16 jam, jauh juga. Tapi kalau untuk cruise ship, jarak segitu kan cuma sebentar. Ini kapal besarnya udah seperti hotel bintang lima aja. Jadi saking besarnya, ombaknya ga terlalu berasa. Amat menguntungkan bagi aku yang suka mabok laut. Yah sekali-kalinya nih ngerasain naek cruise ship mewah, walaupun tidurnya cuma di kabin kecil yang share berempat, di bawah pula. Bener2 kayak si Leonardo deh modelnya (maklum mahasiswa :p). Tapi yang penting sudah melihat isi cruise ship mewah itu seperti apa.


taken from: http://bekasijakarta.blogspot.com/
The number one memorable trip adalah naik pesawat TNI AU, Hercules. Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, aku dan teman-teman AIESEC dapat kesempatan pulang gratis dan cepat naik Hercules, karena kebetulan kakak dari seorang diantara kami adalah anggota TNI AU. Ternyata banyak juga warga sipil yang ikut menumpang pesawat Hercules. Di pikiranku enak juga nih naik pesawat gratisan, duduk tenang di atas. Tapi setelah kami memasuki pintu Hercules yang dibuka tepat dibawah ekor, bayangan itu langsung sirna. Saat kami masuk, tidak ada tempat duduk ala pesawat komersil. Hanya tempat bagai kontainer raksasa yang sekarang sudah terisi penuh. Yang ada hanya tali tempat bergantung layaknya di bis kota.

Saat kami masuk, sudah banyak orang dan barang seperti peti dan  barang dagangan pasar yang diangkut. Kami cukup berdesak-desakan di dalamnya. Berdiri pun susah. Saat kurasakan dibelakangku ada peti kemas, langsung saja aku duduki :p. Itupun cuma separuh duduk, separuh berdiri. Sejam tuuh posisi seperti itu. Tapi hebatnya, selama perjalanan, mulai dari take off sampai landing, tidak terasa kalau kita sedang terbang atau naik pesawat, kecuali kuping yang berdengung. Tau-tau, pintu terbuka saja dan kita sudah di darat. Unbelievable. Baru kali itu aku merasakan naik pesawat serasa naik bus atau kereta Jabotabek. Dan tentu saja, pengalaman ini tidak akan terlupa seumur hidup. Selain karena cuma sekali itu saja, sepertinya tak mungkin lagi aku bisa atau mau ikutan naik Hercules lagi.  ;)

Anyway, memang keliatannya aja mentereng. Naik kapal pesiar dan pesawat, tapi belakangannya seperti naik kereta ekonomi Jabotabek aja. Apalagi pas naik Hercules, mendingan naik mikrolet deh, jelas b*k**gnya bisa nyentuh kursi :)

No comments:

Post a Comment