Skip to main content

Posts

Festival Bunga di Padang Pasir

Tulisan ini nih yang dimuat di Kartini no 2348, tanggal 20 Mei 2013. Di blog tentunya gambarnya bisa lebih banyak, en bisa bernarsis ria hihihi... ================== Bila mendengar tentang pameran bunga, kebanyakan orang akan mengasosiasikannya dengan negeri-negeri empat musim yang biasa menggelar pesta bunga untuk mengundang turis. Jarang orang berpikir ada festival bunga segar digelar di tengah gurun pasir yang kering. Namun, jangan salah. Ternyata Arab Saudi dengan kekuatan finansialnya, tak mau kalah pamor dengan menggelar festival bunga tahunan. Bahkan tahun 2013 ini acara tersebut sudah memasuki tahun ketujuh.   Setelah beberapa kali ketinggalan mengikuti acara ini selama 6 tahun keberadaan kami di Saudi, akhirnya kemarin berhasil juga kami menyambangi acara bertajuk Flower Festival Yanbu 2013 yang berlangsung antara tanggal 18 Februari sampai 8 Maret. Kami menempuh perjalanan mengemudi 3 jam dari Jeddah untuk sampai ke kota Yanbu. Ya, dari namanya ter...

Dari Festival Bunga Padang Pasir sampai ke Sapi Hitam

Judulnya bombastis amaat. heheh. Ga juga sih. Itu sebenarnya judul-judul tulisanku yang dimuat tahun ini. Alhamdulillaah dari 4 tulisan yang berani aku kirim, 3 sudah tembus media selama setahun ini. Pertama yang di Republika tentang Idul Adha di Madinah . Nah pas datang ke Jakarta kemarin disambut dengan dimuatnya artikel tentang Festival Bunga di Padang Pasir. Don't bother to look in my notes, karena aku emang belum upload tentang ini. Abis post ini yaaa... Artikelnya dimuat di Kartini awal Juni kemarin. Lumayan nampang tulisan. Sebenarnya aku kirim juga foto narsis, tapi kok ga dimuat sih...hihihi. Gagal narsis ceritanya.  Seperti biasa yah keduanya diworo-woro dong di Facebook lengkap dengan foto majalahnya. Tapi yang ketiga cukup dengan pasang status aja bahwa tulisanku dimuat di Gado-gado Femina tanpa kasih tau judul n tanggal terbit. Kenapa gitu? hihih malu ajaaa... Soalnya yang kenal banget aku, pasti tau sapa itu tokoh yang aku maksud. Lagian tulisan yang b...

Hemat Bukan Pelit dalam Mengatur Duit

Logo LiveOlive Seorang sahabatku curhat, "Duit gue bulan ini dah abis nih". Haduuh. Kok bisa? Langsung daripada aku ngomong sampai berbusa cara mengatur keuangan, aku suruh buka postingan lama tentang housewives budgeting . Eh, ngeluh dalam bahasa Inggris. Akhirnya aku sodorkan saja situs  LiveOlive  yang praktis dan simple, daaan dalam bahasa Indonesia. Teman-temanku menganggapku pandai mengatur keuangan karena backgroundku. Eits... Jangan salaaah. Mengatur keuangan itu ada seninya. Bukan karena kita seorang akuntan, serta merta kita bisa mengatur arus uang bulanan. Kalau senang baca buku atau situs mengenai pengaturan keuangan seperti  LiveOlive  tentunya akan memudahkan kita mendapat triknya. Makanya supaya ga ketinggalan infonya, jangan lupa: ”Like”   Facebook Fan page  atau “Follow” Twitternya , “Follow”   Google+ LiveOlive  dan “Subscribe” channel YouTube MyLiveOlive Sementara caraku mengatur keuangan sebenarnya sederhana saja. ...

Lil Princess and Her First Earrings

credit Uhuk... sebelum cerita, bebenah dulu, bersih-bersihin debu dan sarang laba-laba dari notes yang ternyata katanya terakhir posting tanggal 24 Februari 2013. Walaupun setelah itu sempat ganti cat dan lirik-lirik dikit, terus terang ada kesibukan lain dan dibumbui dengang adanya kemalasan, sehingga membuat diriku lagi malas nulis diary apalagi blogwalk. Juga lagi turun mood nulis di amuslima.com. Cerita fullnya nanti aja. Kali ini mau cerita pendek dulu tentang si little princess. Sejak dulu, memang aku sudah memasang tekad, kalau anakku yang lahir perempuan, aku tidak akan memasangkan anting sejak bayi kepadanya. Agak sedikit nyeleneh memang dari kebiasaan keluargaku. Tapi hasil baca-baca dan melihat-lihat, memang ada benarnya juga. Untuk apa perempuan dipasangkan anting sejak bayi? Katanya untuk menandakan bahwa dia perempuan. Terus, terus, kalau dia tidak punya pierced ears, dia bukan perempuan gitu? Rasanya kok aneh ya. So, I bore the chattering from all around me, te...

Balada si Penumpang Taksi

Bukan Silverbird, just wishing it was my car ;D Hari ini aku menemui kesulitan transportasi. Seperti biasa Minggu adalah hari ikutan salah satu kajian di Jeddah. Tempatnya kebetulan sering di daerah Sarafiyah yang cukup jauh dari rumahku. Untuk berangkat, tentunya pakai supir pribadi doong. Tapi kalau pulang, supir pribadi harus jemput si Princess yang ga ikutan bis sekolah dan kalau bolak-balik rumah kantor sekolah ya, repot laah. Hehehe... maklum, supir pribadinya ya, suami sendiri. Sudah lumrah deh, disini tuh anak adalah majikan, sementara daddynya jadi supir pribadi dan mommy jadi babysitter sekaligus cinderella. Waktu menunjukkan pukul 11 lewat, suami baru bisa jemput biasanya pukul 1. Sayangnya buatku kalau untuk pengajian hari Minggu ini kebanyakan ibu-ibu pesertanya tinggal di Sarafiyah juga, bahkan mostly tinggal satu gedung pula, makanya jarang yang pakai taksi untuk pulang. Jadi ya aku sering mengalami kesulitan cari angkutan pulang. Cuma kok sayang ya, kalau ga dat...

[BeraniCerita] Surat Merah Jambu

credit Akhirnya terkabul juga hasratku yang terpendam berbulan lamanya. Berulang kali aku melancarkan rayuan mautku kepada Reyna, si kembang kampus, tanpa hasil apapun. Tetapi hari ini, kuterima surat merah jambu bertanda tangan Reyna. Benar, sepucuk surat berwarna merah jambu dengan harum semerbak saat amplopnya kubuka. Isinya singkat saja, “Dear Tony. Kutunggu kau di rumahku hari Sabtu pukul 7 malam. Reyna “. Gambar hati menghiasi beberapa sudut surat itu. Jadi dengan begitu aku punya waktu 3 hari untuk memutuskan Syifa atau menduakannya lagi, kali ini dengan Reyna. Hal itu tak sulit bagiku. Memang sudah sebulan terakhir aku pacaran dengan Syifa. Dan baru minggu lalu juga aku tak kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan Lani. Tiga hari buatku berpikir. Sabtu sore saat aku bersiap, Edo, teman sekosku dengan penuh rasa iri berujar, “Kau ini beruntung sekali Ton. Dikejar-kejar gadis cantik, pulang pergi pun dijemput mobil mewah”. Aku tertawa penuh rasa bangga. “Taktislah...

Fudgy Mint Brownies

Mint Brownies Ternyata oh ternyata, resep brownies belum aku masukin di notes-ku toh. Padahal kalau balik lagi liat ke allrecipes, itu resep udah ta' kutak-katik. Nah, biar ga ribet inget-inget lagi, cateeet dong. Apalagi kalau ada yang minta, kan tinggal kasih. Pas mau catet, eeh, cari-cari foto di dokumen kok ga nemu ya? Perasaan dulu pernah foto-foto. Jadi maap ya, buat yang minta resepnya ga langsung ta kasih. Kan ceritanya mau dikasih pemanis dulu gitu, biar ga hambar ;). Nah, ceritanya (bentar, resepnya di bawah kok) dulu itu adekku yang di Kuwait bawa brownies enak bener. Padahal biasanya aku kalau  makan brownies numpang di Helen's sambil tuker duit 14 riyal dan rasanya beda ama ini. Dia kayak pake mint dark coklatnya Lindt. Eh bener dong, kata si aseng sambil makan tuh brownies. Ya udah, mari kita bongkar itu resep. Aku pake resep yang fudgy brownies. Jadi kalau cari brownies yang lembut n cakey, jangan lihat lebih lanjut yaaa. Aku ada sih resepnya, cuma ku...