April 9, 2007

Dirgahayu Selebritis!

Hasil baca-baca buku n internet, katanya kalo mau anak bisa ngomong jelas, adalah kita harus konsisten. Ga perlu ngajarin bahasa asing dulu, pakailah bahasa yang sesuai dengan lidah kita. So, itulah yang aku terapin ke si mas. Tapi susah juga sih. Habis, pertama, akunya latah. Maunya pake bahasa Indonesia melulu, tapi kadang otak ngomandoin kata dalam bahasa lain. Kedua, aku mau bapaknya ngomong ke si mas pake bahasa Belanda. Nah inilah yang jadi masalah. Si bapak maunya ngotot pake bahasa Indonesia yang skillnya cuma tingkat Fluent. Bukannya mau sok-sokan supaya si mas bisa bilingual, tapi tolong deh. Nah, yang aku mau ceritain ini adalah contoh bahasa Indonesia ala hubbyku.

Pertama kali aku kenal masku ini, aku pikir orangnya kaku amat sih ngomongnya. Ga ada gue elu. Cuma saya kamu. Ternyata, bahasa Belandanya lebih lancar dari bahasa ibunya. Ini juga, menurut mama mertuaku sebenernya sudah lebih bagus daripada kebanyakan anak Indonesia di Belanda lainnya yang bahkan tidak bisa berbahasa Indo. Walah.



Nah, dari Mama mertua lah, aku denger banyak cerita salah kaprahnya anak semata wayangnya. Suatu hari, dia menelpon teman2nya yang akan berkunjung ke Amsterdam, "Ok, nanti saya tangkapin kalian di Centraal Station". Terjemahan, "I'll catch you later...". Kontan Mama tergeli-geli, tapi katanya dia tidak tunjukkan karena takut discouraging anak semata wayangnya dalam belajar bahasa Indo. Saat hubby magang di suatu biro konsultan di Jakarta, dengan gaya cuek dan yakinnya, ia menyapa salah seorang seniornya, "Ini Pak, selokan". (Silakan maksudnya) Si bapak diam sejenak sebelum berkata kembali, "Kamu ini darimana? Sudahlah kita berbahasa Inggris saja".  Hehehe, kalo pake Inggris nanti malah ketemu Dunglish lagi.

Bukan hanya dengan orang asing, tapi juga dengan saudaranya. Sewaktu kecil ia senang sekali akan diajak makan bakso oleh tantenya. Lalu dia berkata pada mamanya, "Ma, nanti aku mau makan bakso 10 jam". Well, dalam bahasa Belanda, pukul 10.00 adalah 10 uur. Jadi maksudnya adalah makan bakso jam 10. Gile apa, makan bakso 10 jam.

Setelah nikah aku makin banyak dengar salah kata n kalimat, yang suka mbuat ketawa or marah karena salah ngerti. Pernah masku ini mengeluh,"Jangan salahin aku dong. Kok aku jadi sapi hitam melulu". Heeh??!! Orang lagi berantem, aku malah jadi ketawa. "Maksud kamu kambing hitam?". Ternyata baru tau (waktu itu belum belajar Nederlandse) kalo kambing hitam itu in Dutch zwarte schaap. Schaap = sheep, tapi dia pikir schaap diindonesiakan jadi sapi karena bunyinya hampir sama. Untuk kata ini ternyata dia masih rancu. Saat pulang mudik dari Solo, sebuah truk berisi sapi melintasi mobil kami. Dengan takjubnya, hubbyky bertanya,"Wah hebat, kambingnya naek truk. Mau dibawa kemana?". It was quiet before the storm, en suddenly we all bursted into laughter. "Itu sapi Mas", celetuk Andre dari kursi belakang. Hihihi, rupanya dia masih bingung; sapi atau kambing yang bukan schaap ya...

Saat mau buat acara pengajian di rumah, masku ini usul,"Hon, enak bikin loaknya yang banyak aja." Aku mengerenyit. "Apa yang diloak. What do u mean?". "Itu lho, kayak di rumah tante Lily. Makan loaknya banyak". Oooh...maksudnya lauk. Ampun, bapak. Masak tamu kita mau dikasih barang loak. "Say, loak itu barang second-hand."

Well, masih banyak lagi sih. Tapi a string of fuzzy Indonesian words yang terakhir ini, ga akan pernah terlupakan. Occasionnya, selamatan kelulusanku. Kebetulan kita baru aja jadian so aku minta tolong dia kasih speech sekaligus pimpin doa. And berikut ini adalah yang keluar dari mulutnya dengan stil yakin dan tampang serius.

"Dirgahayu Vica telah lulus sekolah. Semoga menjadi selebritis dan bisa keliling dunia..."*

Selanjutnya aku lupa karena sudah tertawa geli bersama Haris dan Cut terutama ditambah melihat wajah Mbak Wiwik yang terbengong-bengong sambil melihat wajah calon hubbyku itu.

So, bukannya sok kan kalo aku nyuruh hubby-ku ini untuk berbahasa Belanda saja dengan anaknya? Jangan sampe anakku makan loak di selokan 10 jam dong.


*Dirgahayu = selamat; Selebritis = orang sukses dan terkenal

9 comments:

  1. Apa mungkin blog ini yang menyebabkan Bapak Mukti tidak begitu banyak bicara waktu bertandang bersama loe dan Rafi ke rumah Elhamd kemarin Vic? Buat Mas Mukti: Maju Terus Pantang Mundur!!!

    ReplyDelete
  2. hehehe... isi dari blog ini sudah diedit n diapprove sama Bapak ybs :p
    Kalo soal ga banyak omong, memang orangnya pendiam abis :D

    ReplyDelete
  3. hahaha, gue baru baca blog ini, lucu banget! Buati Mukti kalo mau makan bakso 10 jam di rumah Bu Taty aja, stok di freezer beliau cukup banget tuh utk 10 jam nonstop hehehe...

    ReplyDelete
  4. Wuakakaka ! Ternyata selain kisah Dirgahayu ada kisah yang laen juga toh ! Jadi ingat kisah sendiri di Negeri Cina. Ceritanya berkat buku panduan super ngaco yang gue beli di Changi, gue jadi tahu kalo minta Bon, bilang aja Fa Piao, jadi gue sibuk ber"fa Piao" ria ama semua tulang taksi dan tukang makanan. Ternyata belakangan gue baru tahu, Fapiao itu artinya Lotre! Pantesan, kenapa gue selalu suruh bayar 10 Yuan tambahan, ternyata gue udah beli Lotere! Ampun2...

    ReplyDelete
  5. =)))nyaahhahahahhaha, ngakak ampe keluar air mataaaa. kebyaang yang langsung ngadepin.

    trus sekarang, bahasa indo suami lo stuck di situ apa udah ada progress?

    ReplyDelete
  6. nyahahahahahaha =)) ngakak ampe nangis baca post ini. kebayang gimana yang ngadepin langsung.

    trus, sekarang gimana bahasa indo suami? stuck di situ ato udah ada progress?

    ReplyDelete
  7. Emmy: wkwkwk....alhamdulillah better banget karena selama di Saudi kan dah jarang berbahasa Belanda, walaupun kadang suka berantem karena salah kaprah.

    ReplyDelete
  8. btw Vic, note ini lo repost di Kompasiana lucu juga kayaknya. Bisa masuk opini sosbud plus humor.

    Diedit dikit aja jadi nyesuaiin Kompasiana.

    ReplyDelete
  9. hihihi... nanti aja deh kl gue udah bisa mbuat fiksi. Kl terlalu transparan, nanti suami ngamuk2 pula heheheh

    ReplyDelete